11 Wisata Religi Terpopuler di Batam, Dari Masjid Terbesar hingga Vihara Raksasa

11 Wisata Religi Terpopuler di Batam, Dari Masjid Terbesar hingga Vihara Raksasa

BATAM – Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan pintu masuk wisatawan dari Singapura serta Malaysia. Di balik gedung-gedung modern dan pusat perbelanjaannya, Batam menyimpan deretan destinasi wisata religi yang megah, unik, dan sarat nilai sejarah.

Mulai dari masjid terbesar di Batam dengan menara menjulang tinggi, masjid unik berbentuk tanjak Melayu, vihara megah dengan suasana tenang, hingga bekas kamp pengungsian Vietnam yang menyimpan jejak tempat ibadah dari berbagai agama.

Baca juga: Bukan Danau Alami! Ini Sejarah Danau Biru Bintan, Bekas Tambang yang Berubah Jadi Wisata Eksotis

Keberagaman ini menjadi salah satu daya tarik wisata Batam. Wisatawan tidak hanya bisa beribadah, tetapi juga menikmati arsitektur, sejarah, budaya, hingga panorama kota dari ketinggian.

Berikut rekomendasi wisata religi populer di Batam yang layak masuk daftar perjalanan Anda.

1. Masjid Raya Sultan Mahmud Riayat Syah, Masjid Terbesar di Batam

Masjid Raya Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi salah satu ikon wisata religi paling populer di Batam.

Berlokasi di kawasan Batu Aji, masjid ini dikenal sebagai salah satu masjid terbesar dan termegah di Kota Batam. Bangunannya memiliki desain modern dengan nuansa Timur Tengah yang membuatnya menjadi spot favorit wisatawan untuk beribadah sekaligus mengabadikan foto.

Baca juga: Rahasia Masjid Raya Sultan Riau: Dari Putih Telur hingga Al-Qur’an Tulisan Tangan

Salah satu daya tarik utama masjid ini adalah keberadaan payung-payung membran raksasa di area luar bangunan. Arsitekturnya yang megah sering mengingatkan pengunjung pada suasana masjid-masjid besar di Timur Tengah.

Menara masjid yang menjulang tinggi juga menjadi salah satu ciri khas bangunan ini.

Lokasi: Jalan Brigjen Katamso, Batam.

2. Masjid Jabal Arafah, Naik ke Menara dan Lihat Batam 360 Derajat

Jika ingin menikmati wisata religi sekaligus melihat panorama Kota Batam dari ketinggian, Masjid Jabal Arafah bisa menjadi pilihan.

Masjid ini berada di kawasan strategis Lubuk Baja, tidak jauh dari pusat bisnis dan kawasan Nagoya. Salah satu daya tarik terbesarnya adalah menara pandang setinggi sekitar 58 meter.

Dari bagian atas menara, pengunjung dapat menikmati pemandangan Kota Batam secara 360 derajat.

Akses menuju menara menggunakan lift dengan biaya yang relatif terjangkau. Selain tempat ibadah, kompleks Masjid Jabal Arafah juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti kedai kopi, perpustakaan, dan toko suvenir.

Tempat ini cocok dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati sisi spiritual sekaligus melihat wajah modern Kota Batam.

Lokasi: Jalan Jabal Arafah, Lubuk Baja, Batam.

3. Masjid Tanwirun Naja atau Masjid Tanjak, Ikon Melayu Dekat Bandara

Batam juga memiliki masjid dengan desain yang sangat unik, yakni Masjid Tanwirun Naja yang lebih dikenal sebagai Masjid Tanjak.

Bangunan masjid ini memiliki desain yang terinspirasi dari bentuk tanjak, penutup kepala tradisional khas masyarakat Melayu.

Bentuk bangunannya yang unik menjadikan masjid ini mudah dikenali dan menarik perhatian wisatawan yang baru tiba maupun akan meninggalkan Batam melalui kawasan Bandara Internasional Hang Nadim.

Masjid Tanjak menjadi salah satu contoh bagaimana unsur budaya Melayu dapat dipadukan dengan arsitektur rumah ibadah modern.

4. Masjid Cheng Hoo Batam, Perpaduan Budaya Tionghoa dan Islam

Masjid Cheng Hoo Batam menjadi salah satu destinasi religi yang memiliki tampilan berbeda dibandingkan masjid pada umumnya.

Berlokasi di kawasan Bengkong, masjid ini memadukan unsur arsitektur Tionghoa, Islam, dan budaya Indonesia. Dominasi warna merah serta bentuk bangunan yang menyerupai kelenteng membuat Masjid Cheng Hoo menjadi salah satu spot yang menarik untuk dikunjungi.

Masjid ini menjadi simbol perpaduan budaya sekaligus gambaran keberagaman masyarakat di Batam.

Bagi wisatawan, Masjid Cheng Hoo juga menarik sebagai lokasi wisata arsitektur dan fotografi.

Lokasi: Bengkong, Kota Batam.

5. Masjid Agung Raja Hamidah, Wajah Baru Wisata Religi di Batam Center

Masjid Agung Raja Hamidah berada di kawasan strategis Batam Center, tidak jauh dari Alun-Alun Engku Putri.

Lokasinya yang berada di pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat membuat masjid ini mudah dijangkau wisatawan.

Setelah mengalami pembaruan, tampilan masjid menjadi semakin modern dan menarik. Keberadaannya juga dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke kawasan Batam Center.

Setelah beribadah, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi lain di sekitar pusat kota.

6. Maha Vihara Duta Maitreya, Salah Satu Vihara Terbesar di Asia Tenggara

Tidak lengkap membahas wisata religi Batam tanpa menyebut Maha Vihara Duta Maitreya.

Kompleks vihara ini berada di kawasan Batam Kota dan dikenal memiliki area yang luas dengan suasana tenang. Pengunjung dapat melihat berbagai patung Buddha Maitreya serta menikmati lingkungan yang tertata.

Maha Vihara Duta Maitreya tidak hanya menjadi tempat ibadah umat Buddha, tetapi juga menarik perhatian wisatawan karena arsitektur dan suasananya.

Di kawasan ini juga terdapat restoran vegetarian yang dapat menjadi pilihan bagi pengunjung.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang jauh dari hiruk-pikuk kota, tempat ini layak masuk itinerary perjalanan di Batam.

Lokasi: Kompleks Maha Vihara Duta Maitreya, Bukit Beruntung, Batam Kota.

7. Vihara Budhi Bhakti Pek Kong, Kelenteng Bersejarah di Dekat Nagoya

Vihara Budhi Bhakti atau yang dikenal dengan sebutan Pek Kong merupakan salah satu tempat ibadah yang populer di kawasan Lubuk Baja.

Lokasinya tidak jauh dari Nagoya membuat vihara ini mudah dijangkau wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam.

Bangunan vihara memiliki nuansa khas Tionghoa dengan ornamen yang menarik. Kawasan sekitarnya juga memiliki suasana yang cocok untuk wisata sejarah, budaya, dan fotografi.

Keberadaan Vihara Budhi Bhakti menjadi bagian dari perjalanan panjang komunitas Tionghoa di Batam.

Lokasi: Jalan Pembangunan, Lubuk Baja, Batam.

8. Vihara Samudra Dharma, Destinasi Tenang di Sekupang

Bagi wisatawan yang ingin mencari suasana lebih tenang, Vihara Samudra Dharma di kawasan Sekupang bisa menjadi pilihan.

Vihara ini berada di kawasan Tiban Mentarau dan berdiri di area yang cukup luas.

Berbagai relief dan patung bernuansa ajaran Taoisme menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Suasana yang lebih tenang membuat tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi spiritual dan arsitektur tanpa berada di tengah keramaian pusat kota.

Lokasi: Jalan Gajah Mada, Patam Lestari, Sekupang, Batam.

9. Makam Nong Isa, Jejak Sejarah Awal Nongsa

Wisata religi di Batam tidak hanya berbicara tentang bangunan megah. Ada pula situs ziarah yang menyimpan sejarah perkembangan wilayah Batam, salah satunya Makam Nong Isa.

Makam ini berada di kawasan Nongsa dan dikaitkan dengan Raja Isa atau Nong Isa, tokoh yang memiliki peran dalam sejarah awal wilayah Nongsa.

Bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah Melayu dan perjalanan masa lalu Batam, situs ini dapat menjadi destinasi alternatif.

10. Makam Syekh Abdurrahman Bin Abdul Aziz

Di kawasan Sungai Lekop, Sagulung, terdapat makam Syekh Abdurrahman Bin Abdul Aziz yang menjadi salah satu lokasi ziarah masyarakat.

Tempat ini dikunjungi untuk mengenang tokoh yang dikenal masyarakat sebagai penyebar agama dan guru pada masa lampau.

Destinasi ini menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan wisata religi berupa bangunan besar. Nilai utama tempat ini terletak pada sejarah, tradisi ziarah, dan cerita masyarakat yang berkembang di sekitarnya.

Lokasi: Sungai Lekop, Sagulung, Batam.

11. Ex Camp Vietnam Pulau Galang, Wisata Sejarah dan Jejak Keberagaman

Pulau Galang menyimpan salah satu sejarah paling penting dalam perjalanan kawasan Batam.

Ex Camp Vietnam merupakan bekas lokasi pengungsian warga Vietnam yang pernah tinggal di Pulau Galang. Kini kawasan tersebut menjadi destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan.

Menariknya, di dalam kompleks bekas kamp pengungsian tersebut terdapat berbagai bangunan tempat ibadah dari sejumlah agama.

Pengunjung dapat menemukan jejak seperti Pagoda Quan Am Tu, Gereja Katolik Nha Tho Duc Me Thanh Mau, hingga Masjid Al-Muhajirin.

Keberadaan berbagai rumah ibadah dalam satu kawasan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Ex Camp Vietnam cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan sejarah, budaya, dan religi sekaligus.

Lokasi: Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Batam, Kota Wisata Religi dengan Wajah Multikultural

Keberadaan masjid, vihara, kelenteng, makam bersejarah, hingga tempat ibadah di kawasan Ex Camp Vietnam menunjukkan sisi lain Kota Batam.

Kota yang selama ini dikenal sebagai kawasan industri, perdagangan, dan gerbang internasional tersebut ternyata juga memiliki potensi besar dalam wisata religi dan wisata budaya.

Letaknya yang dekat dengan Singapura dan Malaysia membuat Batam menjadi tujuan yang mudah dijangkau wisatawan mancanegara.

Wisatawan dapat menyusun perjalanan dengan mengunjungi masjid ikonik di pusat kota, menikmati panorama dari menara Masjid Jabal Arafah, melihat keunikan arsitektur Masjid Cheng Hoo dan Masjid Tanjak, hingga menikmati ketenangan Maha Vihara Duta Maitreya.

Perjalanan kemudian bisa dilanjutkan menuju Pulau Galang untuk menyaksikan jejak sejarah pengungsi Vietnam.

Dengan keberagaman budaya, sejarah, dan rumah ibadah yang megah, wisata religi Batam menawarkan pengalaman yang jauh lebih lengkap dari sekadar perjalanan spiritual.

Jadi, kalau liburan ke Batam, jangan hanya berburu seafood, belanja di Nagoya, atau menikmati pantai. Coba kunjungi destinasi wisata religi ini dan temukan sisi lain Batam yang penuh sejarah, arsitektur, budaya, dan keberagaman. (dr)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *