Batam – BP Batam resmi menutup akses masuk ke objek wisata Telaga Bidadari dari arah Tembesi Buton pada Kamis (21/8/2025). Penutupan ini dilakukan oleh Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan sebagai langkah tegas untuk melindungi Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Muka Kuning, yang menjadi salah satu sumber utama air bersih bagi masyarakat Batam.
Kepala Seksi Pengamanan Objek Vital Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam, Genduk Afreni, menegaskan bahwa Telaga Bidadari bukanlah kawasan wisata, melainkan bagian penting dari ekosistem DTA yang harus dijaga bersama.
Baca juga: 5 Tempat Wisata Hits 2025 di Batam yang Wajib Dikunjungi, Bisa Lihat Singapura dari Pantai Ini!
“Kami imbau masyarakat untuk tidak masuk dan beraktivitas ke Telaga Bidadari. Ini bukan tempat wisata, melainkan bagian dari DTA Mukakuning yang berfungsi menjaga pasokan air bersih Batam,” tegas Genduk.
Langkah ini juga merupakan tindak lanjut arahan Kepala BP Batam dalam menjaga kelestarian hutan serta mencegah aktivitas warga yang berpotensi menurunkan kualitas air baku.
Baca juga: Kampung Tua Bakau Batam: Desa Wisata Tersembunyi, Bisa Lihat Malaysia & Singapura dari Pantainya!
BP Batam sebelumnya juga telah aktif menertibkan bangunan liar di sekitar waduk serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan tangkapan air.
“Kualitas air baku harus tetap terjaga. Upaya menjaga ekosistem waduk ini penting agar pasokan air bersih untuk masyarakat dan industri Batam bisa terpenuhi,” tambahnya.
Dengan penutupan Telaga Bidadari ini, BP Batam berharap masyarakat maupun komunitas pecinta alam memahami pentingnya perlindungan lingkungan demi keberlangsungan pasokan air bersih bagi seluruh warga Batam. (d)

