Tak Banyak yang Tahu! Di Pulau Penyengat Ada Benteng Rahasia Kesultanan Riau-Lingga yang Masih Berdiri Kokoh hingga Kini!

Tak Banyak yang Tahu! Di Pulau Penyengat Ada Benteng Rahasia Kesultanan Riau-Lingga yang Masih Berdiri Kokoh hingga Kini!

TANJUNGPINANG – Pulau Penyengat dikenal luas dengan kemegahan Masjid Sultan Riau dan Makam Raja Ali Haji. Namun, tahukah Anda bahwa pulau kecil bersejarah ini menyimpan satu situs penting yang sering terlewat wisatawan?

Di balik rimbunan pepohonan, berdiri megah Benteng Bukit Kursi, benteng pertahanan tua dari masa kejayaan Kesultanan Riau-Lingga.

Benteng Bukit Kursi yang berada di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, resmi ditetapkan sebagai Struktur Cagar Budaya berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Tanjungpinang Nomor 229 Tahun 2017.

Baca juga: Berburu Laksa di Batam! Ini 3 Tempat Paling Enak yang Selalu Ramai Pengunjung

Lokasinya berada di Jalan Dusun/Kampung Pulau Penyengat, tepat di posisi koordinat astronomis N 00°55’46,4″ E 103°03,9″.

Jejak Pertahanan Maritim Kesultanan Riau-Lingga

Tak Banyak yang Tahu! Di Pulau Penyengat Ada Benteng Rahasia Kesultanan Riau-Lingga yang Masih Berdiri Kokoh hingga Kini!
Dua meriam yang masih berdiri kokoh di Benteng Bukit Kursi Pulau Penyengat (dok ulasan)

Benteng ini dibangun pada masa pemindahan pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga dari Daik Lingga ke Pulau Penyengat pada abad ke-18.

Tokoh penting kesultanan, Raja Haji Fisabilillah, dikenal sebagai pemimpin yang memperkuat pertahanan wilayah dari ancaman kolonial Belanda, menjadi sosok di balik berdirinya struktur bersejarah ini.

Letaknya yang berada di atas bukit menjadi bagian strategis dalam mengawasi perairan sekitar. Pada masa jayanya, Benteng Bukit Kursi dilengkapi delapan meriam, enam di antaranya menghadap langsung ke laut untuk mengantisipasi serangan kapal asing.

Baca juga: Layanan Paspor Satu Hari Hadir di Batam! Imigrasi Resmi Buka Pusat Pelayanan di Polux Mall

Struktur Bangunan yang Masih Kokoh hingga Kini

Secara arsitektural, benteng ini memiliki denah segi empat dengan luas sekitar 6.903,55 meter persegi (92,38 m x 74,73 m). Bangunannya tersusun dari batu bauksit yang kuat dan masih kokoh hingga saat ini, meski telah berusia ratusan tahun.

Bagian luar benteng dikelilingi parit sedalam sekitar tiga meter, yang berfungsi sebagai sistem perlindungan tambahan. Pintu utama berada di sisi selatan, dilengkapi jembatan sebagai akses masuk ke area benteng.

Memiliki area cukup luas untuk menampung pasukan kerajaan, Benteng Bukit Kursi pernah menjadi salah satu pusat kekuatan militer penting dalam pertahanan maritim Nusantara.

Warisan Sejarah yang Terus Dijaga

Kini, Benteng Bukit Kursi bukan hanya struktur tua, melainkan simbol perlawanan Melayu terhadap kolonialisme. Sejumlah meriam bersejarah masih berdiri di lokasi sebagai saksi bisu pertempuran dan strategi perang Kesultanan Riau-Lingga di masa lampau.

Wisatawan yang berkunjung ke Pulau Penyengat kini semakin banyak yang menjadikan benteng ini sebagai destinasi wajib selain kompleks masjid dan situs lainnya. Selain menawarkan nilai sejarah, lokasi ini juga menyuguhkan panorama perairan yang indah dari ketinggian bukit.

Pulau Penyengat: Lebih dari Sekadar Situs Religi

Benteng Bukit Kursi menjadi bukti bahwa Pulau Penyengat bukan hanya destinasi religi, tetapi juga pusat sejarah maritim dan pertahanan kerajaan Melayu.

Dengan keberadaan situs ini, Pulau Penyengat terus memperkaya identitasnya sebagai “permata sejarah Melayu di Kepulauan Riau.”

Jika anda tertarik liburan ke Pulau Penyengat, bisa hubungi Barokah Tour. (d)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *