SINGAPURA – Salah satu ikon perjalanan laut antara Singapura dan Batam akan segera menjadi sejarah. HarbourFront Centre, terminal ferry yang selama puluhan tahun menjadi gerbang utama ribuan penumpang dari Batam, Karimun, dan Kepulauan Riau menuju Singapura, akan resmi menghentikan operasinya pada 27 Juli 2026.
Penutupan tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan ulang kawasan HarbourFront yang akan diubah menjadi gedung modern setinggi 33 lantai yang menggabungkan ruang perkantoran dan area ritel.
Baca juga: Wisata Kuliner Batam: 5 Mie Lendir Legendaris yang Wajib Dicoba Saat Liburan
Meski demikian, wisatawan dan pengguna ferry tidak perlu khawatir. Operator pelabuhan memastikan bahwa perpindahan terminal tidak akan memengaruhi rute, tujuan, maupun jadwal pelayaran menuju Indonesia.
Melalui pengumuman resminya, HarbourFront Centre menyatakan seluruh layanan Singapore Cruise Centre akan berpindah ke terminal baru yang berlokasi di 5 HarbourFront Avenue.
Perpindahan operasional dilakukan mulai 15 Juli 2026, sementara terminal baru hanya berjarak sekitar 70 meter dari lokasi terminal lama.
Baca juga: Liburan Sekolah di Batam? Ini 7 Tempat Wisata Ramah Anak yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
Ferry Batam Tetap Beroperasi Normal
Singapore Cruise Centre menjelaskan proses perpindahan dilakukan dalam dua tahap sepanjang Juli 2026.
Operator Batam Fast Ferry menjadi perusahaan pertama yang mulai melayani penumpang dari terminal baru pada 7 Juli 2026.
Kemudian pada 15 Juli 2026, operator lainnya seperti Horizon Fast Ferry, Majestic Fast Ferry, Sindo Ferry, Indo Falcon Shipping & Travel, serta layanan kapal pesiar internasional juga akan berpindah ke lokasi baru.
Pihak pengelola menegaskan seluruh layanan ferry menuju Indonesia tetap berjalan normal.
Rute populer seperti Batam Centre, Harbour Bay, Sekupang, Tanjung Balai Karimun, Gold Coast, hingga Pulau Nirup tidak mengalami perubahan.
“Tidak ada perubahan pada rute, tujuan layanan, maupun jadwal pelayaran,” demikian keterangan resmi Singapore Cruise Centre.
Bahkan lokasi sandar kapal ferry dan kapal pesiar juga tetap sama. Perubahan hanya terjadi pada area terminal keberangkatan dan kedatangan penumpang.
Lebih Modern dan Terhubung MRT
Bagi wisatawan yang menggunakan transportasi umum, terminal baru dapat diakses dengan mudah melalui Stasiun MRT HarbourFront melalui Exit B.
Pengelola juga menyediakan jalur pejalan kaki beratap yang langsung terhubung dengan stasiun MRT dan pusat perbelanjaan VivoCity, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang.
Selain itu, terminal baru akan dilengkapi fasilitas yang lebih modern dan layanan berbasis teknologi untuk meningkatkan pengalaman perjalanan.
Informasi lengkap mengenai fasilitas terminal baru akan diumumkan saat peresmian resminya pada akhir tahun ini.
Akhir Era HarbourFront Centre
Penutupan HarbourFront Centre menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu bangunan bersejarah di kawasan pelabuhan Singapura.
Saat pertama kali dibuka pada tahun 1978, kompleks ini dikenal dengan nama World Trade Centre dan sejak awal menjadi rumah bagi terminal ferry internasional yang melayani perjalanan ke Indonesia dan negara-negara sekitar.
Pada tahun 2003, bangunan tersebut direnovasi dan berganti nama menjadi HarbourFront Centre.
Bagi masyarakat Batam, Karimun, dan Kepulauan Riau, tempat ini memiliki nilai historis tersendiri karena menjadi pintu masuk utama ke Singapura selama lebih dari empat dekade.
Kini, era baru perjalanan laut Singapura-Batam dimulai dengan hadirnya terminal modern HarbourFront yang akan menjadi pusat aktivitas maritim utama mulai Juli 2026. (d)
Sumber: CNA

