Masjid Tanjak Batam Jadi Magnet Wisata Religi, Ini Alasan Turis Malaysia Tertarik Berkunjung

Masjid Tanjak Batam Jadi Magnet Wisata Religi, Ini Alasan Turis Malaysia Tertarik Berkunjung

BATAM -Batam tidak hanya dikenal sebagai destinasi belanja, wisata kuliner, dan pintu gerbang perjalanan menuju Singapura. Kota di Kepulauan Riau ini juga menyimpan beragam destinasi wisata religi dengan arsitektur memukau dan cerita budaya yang menarik untuk dijelajahi.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Masjid Tanjak Batam atau Masjid Tanwirun Naja. Bangunan ikonik ini memiliki desain yang berbeda dari masjid pada umumnya, sehingga menarik untuk dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, termasuk pelancong dari Malaysia yang ingin mengenal lebih dekat budaya Melayu di Batam.

Baca juga: Paspor Indonesia Bebas Visa ke Singapura, tapi Jangan Berangkat Sebelum Cek 5 Syarat Ini

Lantas, apa yang membuat Masjid Tanjak menarik? Dan masjid mana saja yang layak masuk daftar perjalanan Anda saat berlibur ke Batam?

1. Masjid Tanjak Batam, Ikon Wisata Religi dengan Arsitektur Unik

Masjid Tanjak menjadi salah satu landmark Batam yang mudah dikenali berkat bentuk atapnya yang terinspirasi dari tanjak atau tengkolok, penutup kepala tradisional laki-laki Melayu.

Tanjak bukan sekadar aksesori busana adat. Dalam tradisi Melayu, penutup kepala ini memiliki nilai budaya dan menjadi simbol kehormatan serta identitas masyarakat Melayu.

Baca juga: Wisata Batam di Tengah Kabut Asap, Ini Cara Memilih Destinasi yang Lebih Aman

Nilai budaya tersebut diterjemahkan ke dalam desain Masjid Tanwirun Naja melalui bentuk bangunan yang menyerupai lipatan tanjak berukuran besar. Perpaduan warna biru dongker dan kuning keemasan membuat tampilannya semakin mencolok.

Keunikan ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang terbiasa melihat masjid dengan kubah bulat. Masjid Tanjak justru memperlihatkan bagaimana simbol tradisional Melayu dapat dipadukan dengan pendekatan arsitektur modern.

Bagi wisatawan Malaysia, kedekatan budaya Melayu menjadi salah satu daya tarik yang relevan untuk dijelajahi. Meski demikian, tingkat kunjungan wisatawan Malaysia secara khusus perlu merujuk pada data atau keterangan resmi jika ingin disajikan sebagai fakta statistik.

Lokasinya strategis, dekat Bandara Hang Nadim

Daya tarik lainnya adalah lokasi Masjid Tanjak di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Posisi ini membuatnya berpotensi menjadi tempat persinggahan sebelum wisatawan memulai perjalanan atau ketika hendak meninggalkan Batam.

Wisatawan bisa memasukkan masjid ini ke dalam rencana perjalanan, terutama jika memiliki waktu luang sebelum penerbangan. Selain beribadah, pengunjung dapat menikmati keunikan arsitektur dan mengabadikan bangunan masjid sebagai bagian dari pengalaman perjalanan.

Agar kunjungan lebih nyaman, wisatawan sebaiknya tetap memperhatikan waktu salat, ketentuan kunjungan, serta area yang diperbolehkan untuk fotografi.

2. Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Megah dan Sarat Nuansa Islami

Jika ingin melanjutkan perjalanan wisata religi, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di kawasan Tanjung Uncang, Batu Aji, patut masuk dalam daftar kunjungan.

Masjid ini dikenal dengan bangunannya yang luas dan megah. Arsitekturnya menghadirkan nuansa Timur Tengah yang kuat, menjadikannya salah satu landmark religi yang menonjol di Batam.

Area masjid yang lapang dan desain bangunan yang monumental menawarkan pengalaman berbeda dari Masjid Tanjak. Jika Masjid Tanjak menonjolkan identitas Melayu melalui bentuk atapnya, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah menghadirkan kemegahan arsitektur masjid berskala besar.

Wisatawan yang menyukai fotografi arsitektur dapat menjadikan masjid ini sebagai salah satu tujuan perjalanan. Namun, pastikan aktivitas berfoto tidak mengganggu jemaah yang sedang beribadah.

3. Masjid Jabal Arafah, Menikmati Panorama Kota Batam dari Ketinggian

Ingin menggabungkan wisata religi dengan menikmati pemandangan kota? Masjid Jabal Arafah di kawasan Lubuk Baja bisa menjadi pilihan.

Masjid ini menawarkan konsep wisata religi yang memadukan tempat ibadah dengan ruang publik. Salah satu daya tarik yang dikenal pengunjung adalah menara pandang yang memungkinkan wisatawan menikmati panorama Kota Batam dari ketinggian, sesuai akses dan ketentuan operasional yang berlaku.

Selain itu, lingkungan masjid dilengkapi fasilitas pendukung seperti taman, perpustakaan, dan area untuk bersantai.

Lokasinya yang berada di kawasan perkotaan membuat Masjid Jabal Arafah relatif mudah dimasukkan ke dalam itinerary bersama destinasi belanja dan wisata kuliner.

Bagi keluarga yang berlibur ke Batam, tempat ini menawarkan kesempatan untuk beribadah sekaligus menikmati suasana kota dari sudut pandang berbeda.

4. Masjid Agung Raja Hamidah, Landmark Religi di Batam Center

Masjid Agung Raja Hamidah, yang dikenal luas sebagai Masjid Raya Batam, juga layak dikunjungi saat menjelajahi Batam.

Berlokasi di kawasan Batam Center, masjid ini berada tidak jauh dari pusat pemerintahan dan kawasan aktivitas wisatawan. Letaknya yang strategis membuatnya cocok disinggahi dalam perjalanan menuju atau dari kawasan pelabuhan ferry internasional Batam Centre.

Masjid ini menjadi salah satu tempat yang menarik bagi wisatawan yang ingin melihat perpaduan arsitektur masjid dengan identitas Melayu modern.

Pelataran yang luas dan tampilan bangunan yang megah memberikan latar menarik untuk fotografi, terutama ketika pencahayaan sore atau malam menghadirkan suasana berbeda.

Bagi pelancong dari Malaysia, kunjungan ke masjid ini juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh perkembangan kawasan Batam Center sebagai salah satu pusat aktivitas kota.

5. Masjid Muhammad Cheng Hoo, Perpaduan Budaya Islam dan Tionghoa

Batam memiliki destinasi wisata religi dengan karakter yang berbeda dari masjid-masjid lainnya, yaitu Masjid Muhammad Cheng Hoo di kawasan Bengkong.

Masjid ini menarik perhatian melalui arsitektur bernuansa Tionghoa dengan dominasi warna mencolok dan bentuk bangunan yang terinspirasi dari gaya tradisional Tiongkok.

Perpaduan tersebut menghadirkan gambaran menarik tentang keberagaman budaya di Batam. Kota ini tumbuh sebagai kawasan perdagangan dan pertemuan berbagai komunitas, sehingga jejak kebudayaan dapat ditemukan dalam beragam aspek kehidupan masyarakatnya.

Nama Cheng Hoo juga mengingatkan pengunjung pada Laksamana Cheng Ho, tokoh penjelajah laut dari Tiongkok yang dikenal dalam sejarah pelayaran Asia.

Bagi pencinta sejarah, fotografi, dan wisata budaya, masjid ini menawarkan sudut pandang berbeda tentang bagaimana identitas Islam dapat hadir berdampingan dengan ekspresi arsitektur dari tradisi budaya lain.

Tips Menjelajahi Wisata Religi di Batam

Agar perjalanan lebih nyaman, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat mengunjungi masjid-masjid ikonik di Batam.

  • Pilih waktu kunjungan yang tepat. Pagi atau sore hari bisa menjadi pilihan untuk menikmati suasana dan mengambil foto, selama tidak mengganggu kegiatan ibadah.
  • Gunakan pakaian sopan. Pengunjung sebaiknya mengenakan pakaian yang menutup aurat dan mengikuti ketentuan masing-masing masjid.
  • Hormati aktivitas jemaah. Hindari mengambil foto saat salat berlangsung atau memasuki area yang dibatasi.
  • Atur rute perjalanan. Masjid Tanjak dapat dipadukan dengan perjalanan dari atau menuju Bandara Hang Nadim, sedangkan Masjid Agung Raja Hamidah cocok dikunjungi saat berada di Batam Center. Masjid Jabal Arafah, Masjid Muhammad Cheng Hoo, dan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah dapat direncanakan sesuai rute perjalanan.
  • Periksa informasi terbaru. Pastikan jam kunjungan, akses fasilitas, dan ketentuan fotografi sebelum berangkat.

Wisata Religi Batam, Perjalanan yang Memadukan Ibadah dan Budaya

Keunikan Masjid Tanjak, kemegahan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, panorama dari Masjid Jabal Arafah, karakter Melayu modern Masjid Agung Raja Hamidah, hingga arsitektur bernuansa Tionghoa di Masjid Muhammad Cheng Hoo memperlihatkan beragam wajah wisata religi di Batam.

Bagi wisatawan Malaysia, perjalanan ini juga dapat menjadi kesempatan untuk menemukan kedekatan budaya Melayu sekaligus mengenal keberagaman masyarakat Kepulauan Riau.

Sementara bagi wisatawan domestik, deretan masjid tersebut menawarkan alternatif perjalanan selain berbelanja dan berburu kuliner.

Jadi, saat merencanakan liburan ke Batam, jangan hanya memasukkan pusat perbelanjaan dan tempat makan ke dalam itinerary. Sisihkan waktu untuk menjelajahi wisata religi yang menawarkan perpaduan arsitektur, sejarah, budaya, dan pengalaman spiritual.

Hubungi Barokah Tour & Travel Batam untuk ikut paket wisata reigi di Batam. (dr)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *