Dampak Perang Iran-AS-Israel! Tiket Ferry Batam–Singapura Naik, Jadwal Dipangkas hingga 40%

Dampak Perang Iran-AS-Israel! Tiket Ferry Batam–Singapura Naik, Jadwal Dipangkas hingga 40%

BATAM – Dampak eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini mulai terasa hingga ke sektor transportasi laut di Kepulauan Riau. Lonjakan harga minyak mentah dunia memaksa operator kapal ferry di Batam mengambil langkah drastis: menaikkan tarif sekaligus mengurangi jadwal perjalanan menuju Singapura.

Kondisi ini mulai berlaku sejak Selasa (7/4/2026), menandai babak baru tantangan bagi wisatawan yang sering bepergian di jalur Batam–Singapura.

Sebelumnya, pada 12 Maret 2026, seluruh operator ferry telah lebih dulu menerapkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge). Penumpang kini dikenakan biaya tambahan sebesar SGD 6,00 (sekitar Rp72.000) untuk keberangkatan dari Singapura, serta Rp65.000 untuk keberangkatan dari Batam. Harga tiket yang sebelumnya berkisar Rp450 ribu hingga Rp530 ribu kini naik menjadi sekitar Rp515 ribu hingga Rp595 ribu per orang.

Baca juga: 10 Hotel di Batam Paling Diburu Wisatawan, Ada yang Punya Private Pool!

Jadwal Ferry Dipangkas, Trip Berkurang Drastis

Tak hanya tarif yang naik, jumlah perjalanan ferry juga ikut dipangkas. Salah satu operator, Majestic Ferry, mengurangi jadwal secara signifikan, khususnya untuk rute HarbourFront.

Jika sebelumnya terdapat 16 trip per hari, kini hanya tersisa 12 trip—atau berkurang sekitar 25 persen. Sementara itu, rute Batam menuju Tanah Merah yang biasanya melayani 9 trip per hari, kini hanya beroperasi sebanyak 4 trip pada hari biasa.

“Kalau HarbourFront dari 16 trip jadi 12 trip. Efektif tanggal 7 ini,” ujar Diana, petugas reservasi di Terminal Ferry Internasional Batam Centre.

Baca juga: Batam Diserbu Wisman! 1,6 Juta Turis Asing Padati Mall hingga Masjid Agung Jadi Spot Favorit

Efisiensi BBM Jadi Alasan Utama

Menariknya, pengurangan jadwal ini bukan disebabkan oleh sepinya penumpang. Justru, operator menyebut langkah tersebut sebagai strategi efisiensi bahan bakar di tengah harga minyak dunia yang melonjak tajam.

“Bukan karena penumpang sepi, tapi lebih ke efisiensi bahan bakarnya,” jelas Diana.

Ia menambahkan bahwa operator tetap menjalankan perjalanan meskipun jumlah penumpang tidak penuh, karena kapal juga akan mengangkut penumpang dari Singapura dalam perjalanan balik.

Penumpang Masih Normal, Tapi Operasional Tertekan

Meski terjadi penyesuaian jadwal, jumlah penumpang disebut masih relatif stabil. Pada hari biasa, penumpang tercatat tidak mencapai 2.000 orang, sementara pada akhir pekan atau hari libur bisa menyentuh angka tersebut.

Namun, tekanan biaya operasional membuat operator lain seperti Batam Fast mengambil langkah lebih agresif. Berdasarkan laporan media Singapura, pengurangan jadwal bahkan mencapai hingga 40 persen.

Petugas reservasi Batam Fast, Nova, membenarkan adanya pengurangan trip. Ia menjelaskan bahwa beberapa rute yang dibatalkan dialihkan ke operator ferry mitra.

“Kami bekerja sama dengan operator lain. Rute yang dibatalkan dialihkan ke mitra kerja sama,” ujarnya.

Tips Travel: Cek Jadwal Sebelum Berangkat!

Bagi wisatawan yang berencana bepergian dari Batam ke Singapura, kondisi ini menjadi peringatan penting. Pastikan untuk selalu mengecek jadwal terbaru dan memesan tiket lebih awal guna menghindari kehabisan kursi.

Dengan situasi global yang masih memanas, bukan tidak mungkin penyesuaian tarif dan jadwal akan terus terjadi dalam waktu dekat. Untuk informasi tiket ferry Batam-Singapura, bisa hubungi Barokah Tour. (d)

Sumber: terasbatam

1 komentar untuk “Dampak Perang Iran-AS-Israel! Tiket Ferry Batam–Singapura Naik, Jadwal Dipangkas hingga 40%”

  1. Pingback: Gak Perlu Mahal! Warga Batam Bisa Liburan ke 2 Negara Ini dengan Budget Tipis

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *