Wajib Masuk Daftar Wisata Batam, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Punya Pesona Bak Masjid Nabawi

Wajib Masuk Daftar Wisata Batam, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Punya Pesona Bak Masjid Nabawi

BATAM – Jika berbicara tentang destinasi wisata di Batam, Kepulauan Riau, kawasan pantai, jembatan Barelang hingga wisata kuliner mungkin lebih dulu terlintas. Namun, Batam juga memiliki destinasi wisata religi yang menawarkan kemegahan arsitektur sekaligus cerita sejarah yang kuat.

Namanya Masjid Raya Sultan Mahmud Riayat Syah, sebuah masjid megah yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam.

Baca juga: Jangan Asal Naik Bus di Singapura! Musik Keras dan Kaki di Kursi Bisa Didenda Rp7 Juta

Masjid ini dikenal sebagai masjid terbesar di Sumatra dan menjadi salah satu ikon wisata religi Batam. Kemegahannya terlihat dari perpaduan arsitektur Melayu dengan sentuhan Timur Tengah yang membuat bangunan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Tak hanya menjadi tempat ibadah, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah juga menyimpan kisah tentang sejarah, perjuangan, perkembangan kawasan industri Batam hingga upaya memperkuat identitas Melayu-Islam.

Baca juga: Tak Perlu Jauh-jauh ke Luar Negeri, Ada Crystal Lagoon Secantik Ini di Bintan!

Nama Masjid Diambil dari Pahlawan Nasional

Nama Sultan Mahmud Riayat Syah bukan sekadar nama yang dipilih untuk sebuah masjid.

Sultan Mahmud Riayat Syah atau Sultan Mahmud Syah III merupakan tokoh penting dalam sejarah Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang. Ia dikenal sebagai pemimpin yang melakukan perlawanan terhadap kolonial Belanda pada abad ke-18.

Perjuangannya di kawasan perairan Kepulauan Riau menjadi bagian penting dari sejarah masyarakat Melayu.

Penggunaan nama Sultan Mahmud Riayat Syah pada masjid ini sekaligus menjadi pengingat terhadap sejarah perjuangan dan identitas Melayu-Islam di Kepulauan Riau.

Berawal dari Kebutuhan Pekerja di Kawasan Industri

Di balik kemegahannya, pembangunan masjid ini ternyata berawal dari persoalan sederhana yang dihadapi masyarakat.

Gagasan pembangunan masjid dicetuskan ketika Muhammad Rudi masih menjabat sebagai Wali Kota Batam. Saat berkunjung ke kawasan industri Batuaji pada 2011, ia melihat banyak pekerja pabrik dan galangan kapal membutuhkan tempat ibadah yang lebih representatif.

Kondisi tersebut semakin terasa ketika pelaksanaan Salat Jumat. Jumlah jemaah yang besar membutuhkan masjid dengan kapasitas memadai.

Dari kebutuhan itulah muncul gagasan membangun masjid besar di kawasan Tanjunguncang.

Dibangun Rp400 Miliar, Berdiri Megah di Tanjunguncang

Pembangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah kemudian memasuki tahap penting dengan peletakan batu pertama pada 30 April 2017.

Pembangunan masjid tersebut disebut menelan anggaran sekitar Rp400 miliar.

Setelah proses pembangunan selesai, masjid ini diresmikan dan dibuka untuk umum pada 20 September 2019.

Sejak saat itu, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga berkembang sebagai salah satu tujuan wisata religi di Batam.

Punya 8 Payung Raksasa, Mirip Masjid Nabawi

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian wisatawan adalah halaman masjid yang dilengkapi delapan payung membran raksasa.

Payung-payung tersebut memiliki tinggi sekitar 17 meter dan terinspirasi dari konsep payung yang menjadi salah satu ciri khas kawasan Masjid Nabawi di Madinah.

Keberadaan payung tersebut membuat area halaman masjid semakin ikonik dan menjadi salah satu spot yang menarik untuk diabadikan dalam foto.

Perpaduan antara bangunan utama, halaman luas dan payung membran menciptakan suasana yang berbeda dibandingkan masjid pada umumnya.

Menara 99 Meter Jadi Daya Tarik Utama

Keistimewaan lainnya adalah menara utama yang menjulang hingga 99 meter.

Angka tersebut memiliki makna simbolis yang dikaitkan dengan Asmaul Husna, yakni 99 nama Allah.

Menara ini juga menjadi salah satu titik yang mencolok dari kejauhan sekaligus memperkuat karakter arsitektur Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.

Dari kawasan menara, pengunjung dapat menikmati panorama Batam dan kawasan sekitarnya, dengan pemandangan yang pada kondisi tertentu bahkan mengarah hingga kawasan Singapura.

Bisa Menampung Hingga 25 Ribu Jemaah

Masjid Raya Sultan Mahmud Riayat Syah memiliki luas bangunan sekitar 57.114 meter persegi.

Kapasitasnya disebut mampu menampung hingga 25.000 jemaah di ruang utama maupun area pendukung.

Skala bangunan yang sangat besar membuat masjid ini menjadi salah satu landmark Batam yang mudah dikenali.

Bagi wisatawan, kunjungan ke masjid ini tidak hanya menawarkan pengalaman religi, tetapi juga kesempatan melihat salah satu bangunan monumental yang menjadi bagian dari perkembangan Kota Batam.

Destinasi Wisata Religi yang Wajib Masuk Itinerary Batam

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke Batam.

Di tempat ini, wisatawan dapat menikmati kemegahan arsitektur, mengenal sejarah Sultan Mahmud Riayat Syah, sekaligus melihat bagaimana kebutuhan masyarakat di kawasan industri melahirkan sebuah pusat ibadah berskala besar.

Dengan perpaduan arsitektur Melayu dan Timur Tengah, payung membran raksasa, menara 99 meter serta kapasitas hingga 25 ribu jemaah, masjid ini menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk dimasukkan dalam daftar perjalanan wisata Batam.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain Batam, Masjid Raya Sultan Mahmud Riayat Syah bukan sekadar tempat ibadah. Bangunan ini menjadi pertemuan antara sejarah Melayu, kehidupan masyarakat, arsitektur Islam dan perkembangan pariwisata religi di kota industri tersebut.

Untuk informasi wisata religi lain di Batam, bisa hubungi Barokah Tour. (dr)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *