Tak Sekadar Wisata! Pulau Penyengat Jadi Pusat Edukasi Sejarah & Wisata Halal

Tak Sekadar Wisata! Pulau Penyengat Jadi Pusat Edukasi Sejarah & Wisata Halal

Tanjungpinang – Siapa sangka, sebuah pulau kecil di Provinsi Kepulauan Riau kini menjadi sorotan dunia? Pulau Penyengat bukan lagi sekadar saksi bisu sejarah, melainkan destinasi wisata strategis yang menggabungkan pesona budaya, religi, dan kekuatan ekonomi lokal.

Dahulu, Pulau Penyengat dikenal sebagai pusat kejayaan Kesultanan Melayu-Islam. Namun kini, pulau ini menjelma menjadi magnet wisata baru yang terus berkembang. Nilai historisnya tak main-main—di sinilah lahir dasar tata bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia, melalui pemikiran tokoh besar Raja Ali Haji.

Baca juga: Bintan Makin Dilirik Dunia, Wisatawan Domestik dan Asing Sama-sama Melonjak Tajam

Tak heran jika kawasan ini ditetapkan sebagai cagar budaya nasional sekaligus dikembangkan sebagai destinasi wisata halal unggulan.

Revitalisasi Besar-besaran, Wisata Makin Nyaman

Tak Sekadar Wisata! Pulau Penyengat Jadi Pusat Edukasi Sejarah & Wisata Halal
Makam Raja Ali Haji, pahlawan nasional di Pulau Penyengat (ist)

Keseriusan pemerintah dalam mengembangkan Pulau Penyengat terlihat nyata. Melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2024–2029, arah pembangunan pariwisata kini fokus pada konsep berkualitas dan berkelanjutan.

Bahkan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Gerakan Indonesia ASRI dan Gerakan Wisata Bersih sebagai upaya menciptakan destinasi yang aman, sehat, dan indah.

Baca juga: Baru di Batam! Melawa Paragon Hill Hadirkan Sensasi Makan Berhidang yang Bikin Wisatawan Ketagihan

Di tingkat daerah, Gubernur Kepri Ansar Ahmad bergerak cepat. Revitalisasi dilakukan secara masif, mulai dari penataan jalan, perbaikan drainase, pemasangan lampu penerangan, hingga penyediaan fasilitas umum seperti toilet dan sistem pengelolaan sampah.

Tak hanya infrastruktur, masyarakat lokal juga dilibatkan aktif. UMKM diperkuat, homestay dikembangkan, dan atraksi budaya terus dihidupkan untuk memberikan pengalaman autentik bagi wisatawan.

Wisatawan Membludak, Ekonomi Ikut Terdongkrak

Hasilnya mulai terlihat! Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Pulau Penyengat berhasil menarik sekitar 6.200 wisatawan. Mereka datang dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, hingga Eropa, serta wisatawan domestik dari berbagai daerah di Indonesia.

Lonjakan ini menjadi peluang emas bagi masyarakat. Sektor UMKM, homestay, hingga layanan wisata lainnya mulai menggeliat, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan lokal.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, Pulau Penyengat bukan hanya kaya sejarah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi berbasis budaya dan religi.

Siap Jadi Ikon Wisata Baru Indonesia

Ke depan, pengembangan Pulau Penyengat belum akan berhenti. Pemerintah berencana membangun monumen bahasa, meningkatkan penerangan jalan, serta merevitalisasi Balai Adat sebagai destinasi baru.

Monumen bahasa dan museum yang akan dibangun digadang-gadang menjadi ikon baru yang memperkuat identitas sejarah sekaligus mendorong sektor ekonomi kreatif.

Dengan segala potensi yang dimiliki, Pulau Penyengat bukan hanya destinasi wisata biasa. Ia adalah jembatan lintas generasi—menghubungkan kejayaan masa lalu dengan peluang masa depan.

Dan satu hal yang pasti: siapa yang belum ke sini, siap-siap menyesal!

Jika anda tertarik wisata ke Pulau Penyengat, bisa hubungi Barokah Tour. (d)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *