BATAM – Siang yang biasanya dipenuhi deru mesin pabrik di kawasan Batamindo Industrial Park, Mukakuning, mendadak berubah suasana. Jalanan yang biasanya sibuk oleh kendaraan pekerja industri kini terlihat lebih romantis karena deretan pohon tabebuya atau disebut juga Sakura Batam bermekaran.
Kelopak bunga berwarna merah muda, putih, hingga kuning tampak berguguran perlahan. Sebagian jatuh di aspal jalan, sebagian lagi menempel di rumput hijau di tepi jalan. Pemandangan ini membuat ruas jalan tersebut seolah berubah menjadi karpet bunga alami yang cantik.
Baca juga: Libur Lebaran 2026 di Batam? Ini 5 Destinasi Favorit Wisatawan, Nomor 4 Wajib Banget Didatangi!
Fenomena ini langsung menarik perhatian banyak orang yang melintas. Beberapa pengendara terlihat memperlambat kendaraan, bahkan ada yang berhenti sejenak untuk mengabadikan momen yang jarang terjadi tersebut.
Mariah Anita, seorang pengendara motor yang melintas di kawasan itu, mengaku sengaja berhenti untuk mengambil foto karena pemandangannya sangat indah.
“Bagus, bang, buat ambil foto-foto,” ujarnya sambil tersenyum.
Tak sedikit warga Batam yang menyebut fenomena ini sebagai “sakura-nya Batam”. Hal itu karena bunga tabebuya yang bermekaran terlihat sangat mirip dengan bunga sakura di Jepang.
Bahkan, bagi para pecinta fotografi dan wisata kota, momen ini sering dianggap sebagai wisata musiman yang selalu dinanti setiap tahun.
Spot Foto Sakura di Tengah Kawasan Industri

Ari Pradana, salah satu karyawan di kawasan Batamindo, mengatakan pohon tabebuya memang hanya berbunga pada waktu tertentu setiap tahun.
“Sekali setahun saja dia ini, bang. Kayak sakura,” ujarnya.
Saat musim berbunga tiba, jalanan di Batamindo seolah berubah menjadi spot foto alami. Banyak orang datang hanya untuk berjalan santai, mengambil foto, atau sekadar menikmati suasana berbeda di tengah kawasan industri.
Fenomena ini membuat kawasan tersebut sering disebut sebagai salah satu spot “sakura Batam” yang paling populer.
Pohon Cantik dari Amerika Latin
Meski sering disebut sakura Batam, sebenarnya tabebuya bukan berasal dari Jepang. Pohon ini berasal dari kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan, seperti Brasil, Meksiko, dan Paraguay.
Secara ilmiah, tanaman ini dikenal dengan nama Tabebuia atau Handroanthus, yang termasuk dalam keluarga Bignoniaceae.
Di beberapa negara, tabebuya juga dikenal dengan sebutan pink trumpet tree atau golden trumpet tree, karena bentuk bunganya yang menyerupai terompet.
Di Indonesia, tabebuya mulai populer sekitar dua dekade terakhir sebagai tanaman penghijauan kota. Banyak pemerintah daerah menanamnya di pinggir jalan karena pohon ini kuat, tahan panas, dan memiliki bunga yang sangat indah.
Mekar Hanya Sebentar
Salah satu hal yang membuat tabebuya istimewa adalah waktu mekarnya yang sangat singkat. Pohon ini biasanya hanya berbunga sekali atau dua kali dalam setahun.
Saat musim berbunga tiba, hampir seluruh cabang pohon dipenuhi bunga warna-warni, bahkan ketika daunnya hampir tidak ada.
Namun keindahan ini tidak berlangsung lama. Musim mekarnya biasanya hanya bertahan sekitar satu hingga dua minggu sebelum bunga-bunga itu berguguran.
Karena itu, banyak warga Batam yang memanfaatkan momen ini untuk berburu foto atau sekadar menikmati suasana yang berbeda.
Wisata Singkat di Kota Industri
Bagi kota seperti Batam yang dikenal sebagai kawasan industri, fenomena sakura Batam ini menjadi daya tarik tersendiri.
Di tengah rutinitas kerja dan aktivitas pabrik yang padat, kehadiran bunga tabebuya memberikan suasana baru yang lebih tenang dan romantis.
Kelopak bunga yang jatuh perlahan di sepanjang jalan seolah mengubah kawasan industri menjadi destinasi wisata kecil yang tak terduga.
Dan bagi warga maupun wisatawan yang kebetulan berada di Batam saat musim ini tiba, momen melihat sakura Batam bermekaran menjadi pengalaman sederhana yang sulit dilupakan.
Yuuk, yang mau liburan ke Batam sambil menikmati bunga Sakura Batam segera hubungi Barokah Tour. (d)

