LANGKAWI, MALAYSIA — Liburan ke Langkawi, Malaysia, dari Batam bukan cuma soal menikmati pantai, naik cable car, atau berburu kuliner. Pulau wisata ini juga punya pengalaman malam yang tak biasa: menjelajahi hutan hujan tropis dengan sentuhan teknologi imersif.
Namanya Dream Forest Langkawi. Di sini, traveler diajak menyusuri jalur hutan pada malam hari sambil menikmati perpaduan cahaya, suara, dan cerita rakyat yang berkaitan dengan Langkawi.
Trekking Malam di Tengah Hutan Tropis
Bayangkan berjalan di tengah hutan saat malam tiba, lalu tiba-tiba suasana di sekitar berubah menjadi seperti dunia dongeng. Itulah pengalaman yang ditawarkan Dream Forest.
Kawasan wisata ini menghadirkan perjalanan imersif sepanjang 1,2 kilometer. Rute tersebut dirancang agar pengunjung dapat menikmati keindahan hutan sekaligus mengikuti kisah-kisah yang menjadi bagian dari legenda Langkawi.
Perjalanan biasanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Meski jaraknya tidak terlalu jauh, traveler akan berhenti di sejumlah titik untuk menyaksikan pertunjukan visual dan mendengarkan cerita yang menghidupkan suasana hutan.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata Religi Singapura yang Cocok untuk Liburan Muslim dari Indonesia
Jadi, jangan membayangkan sekadar jalan-jalan sambil melihat lampu warna-warni. Dream Forest menggabungkan teknologi visual dan audio dengan narasi budaya, sehingga pengalaman yang ditawarkan terasa lebih seperti memasuki sebuah cerita.
Legenda Langkawi Dihidupkan Lewat Teknologi
Salah satu daya tarik Dream Forest adalah cara mereka mengangkat cerita rakyat dan mitos yang berkaitan dengan Langkawi.
Beberapa kisah yang ditampilkan antara lain Danau Dayang Bunting, legenda Merong Mahawangsa, dan Raksasa Langkawi. Cerita-cerita tersebut menjadi bagian dari pengalaman perjalanan yang membuat suasana hutan terasa lebih hidup.
Bagi traveler yang menyukai wisata unik, tempat ini bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi waktu liburan setelah seharian menjelajahi Langkawi.
Dibangun dengan Konsep Ramah Lingkungan
Selain menawarkan pengalaman wisata malam, Dream Forest juga menonjolkan konsep pembangunan yang memperhatikan lingkungan.
Kawasan ini berada di kaki Gunung Raya, di area hutan yang disebut memiliki sejarah geologis sangat tua. Menurut informasi yang disampaikan Dream Forest melalui situs resminya, kawasan tersebut merupakan bagian dari ekosistem hutan hujan tropis yang telah ada selama lebih dari 100 juta tahun.
Dalam penjelasannya, pengelola menyebut pembangunan Dream Forest dilakukan tanpa membabat atau melukai pohon. Area yang digunakan sebelumnya merupakan bekas taman satwa yang terbengkalai.
Bagaimana dengan pemasangan kabel dan lampu? Dream Forest menjelaskan bahwa kabel tidak dipaku ke pohon, melainkan dipasang menggunakan pelindung khusus agar tidak mengganggu pertumbuhan maupun merusak kulit pohon.
Jam Operasional dan Harga Tiket Dream Forest Langkawi
Dream Forest Langkawi berada di Lubuk Semilang, Pulau Langkawi, Malaysia.
Objek wisata malam ini buka setiap hari dengan jam operasional:
Waktu Malaysia: 19.00–00.00
Durasi perjalanan: sekitar 45 menit
Panjang rute: sekitar 1,2 kilometer
Untuk harga tiket turis internasional, Dream Forest mencantumkan kisaran 48–98 RM, atau sekitar Rp200 ribuan hingga Rp432 ribu, tergantung jenis tiket yang dipilih.
Tiket dapat dibeli secara online maupun langsung di lokasi. Traveler sebaiknya mengecek harga dan ketersediaan tiket terbaru sebelum berkunjung karena tarif dapat berubah.
Jadi, Bisa Liburan ke Langkawi dari Batam?
Bisa! Langkawi dapat menjadi pilihan destinasi liburan luar negeri bagi traveler dari Batam yang ingin mencoba suasana berbeda.
Selain menikmati wisata alam pada siang hari, kamu juga bisa menambahkan Dream Forest ke dalam itinerary untuk mendapatkan pengalaman malam yang lebih unik.
Kalau ingin perjalanan ke Langkawi dari Batam lebih praktis, kamu bisa menghubungi Barokah Tour & Travel Batam untuk membantu merencanakan perjalanan.
Tertarik mencoba trekking malam di Langkawi? Dream Forest bisa jadi salah satu destinasi yang masuk daftar liburanmu! (dr)
Sumber: detik

