Bukan Negara Muslim, Tapi Lebaran di Singapura Justru Paling Meriah! Ini Tradisinya

Bukan Negara Muslim, Tapi Lebaran di Singapura Justru Paling Meriah! Ini Tradisinya

SINGAPURA – Singapura memang dikenal sebagai negara modern dengan gedung pencakar langit dan pusat belanja kelas dunia. Namun saat Hari Raya Idul Fitri tiba, suasana Negeri Singa berubah menjadi penuh warna, tradisi, dan kebersamaan yang hangat.

Meski bukan negara dengan mayoritas Muslim, perayaan Idul Fitri di Singapura tetap berlangsung meriah setiap tahun. Komunitas Muslim setempat merayakan hari kemenangan ini dengan berbagai tradisi khas yang juga menarik perhatian wisatawan.

Baca juga: Sakura Batam Muncul Lagi! Jalan Batamindo Jadi Karpet Bunga yang Instagramable

Perayaan Idul Fitri, atau yang dikenal di Singapura sebagai Hari Raya Puasa, menandai berakhirnya bulan Ramadan dalam kalender Hijriah. Momentum ini menjadi salah satu perayaan paling penting bagi umat Islam di negara tersebut.

Bukan Negara Muslim, Tapi Lebaran di Singapura Justru Paling Meriah! Ini Tradisinya
Bazar dan kuliner itulah keriuhan lebaran Idul Ftri di Singapura (ilustrasi)

Dimulai dengan Salat Id dan Saling Bermaafan

Perayaan Hari Raya Puasa biasanya dimulai pada pagi hari dengan salat Idul Fitri berjemaah di masjid-masjid di seluruh Singapura.

Baca juga: Libur Lebaran 2026 di Batam? Ini 5 Destinasi Favorit Wisatawan, Nomor 4 Wajib Banget Didatangi!

Setelah salat, umat Muslim saling berjabat tangan sambil mengucapkan “Selamat Hari Raya Aidilfitri, maaf zahir dan batin.” Tradisi saling memaafkan ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan keluarga dan sahabat.

Tak lama setelah itu, tradisi berkunjung ke rumah keluarga pun dimulai. Anggota keluarga saling bertamu sambil menikmati hidangan khas Lebaran.

Rumah Dihias Serba Hijau dan Emas

Menjelang Idul Fitri, banyak keluarga Muslim di Singapura melakukan tradisi bersih-bersih rumah dan menghiasnya dengan berbagai dekorasi.

Lampu kelap-kelip, ornamen bernuansa hijau dan emas, hingga pernak-pernik khas Lebaran menghiasi sudut rumah. Suasana ini membuat perayaan Hari Raya terasa semakin hangat dan meriah.

Tradisi Duit Raya untuk Anak-anak

Salah satu tradisi yang paling ditunggu adalah pembagian duit raya.

Mirip seperti angpao saat Imlek, amplop berwarna hijau berisi uang ini biasanya diberikan oleh orang yang lebih tua kepada anak-anak atau anggota keluarga yang lebih muda.

Tradisi ini menjadi simbol berbagi kebahagiaan di hari kemenangan.

Bazar Ramadan yang Selalu Ramai

Menjelang Idul Fitri, kawasan seperti Geylang Serai dan Kampong Gelam berubah menjadi pusat perayaan yang ramai dikunjungi warga maupun wisatawan.

Bazar Ramadan di kawasan ini menawarkan berbagai hal, mulai dari pakaian tradisional, dekorasi rumah, hingga aneka kuliner khas Lebaran.

Tak heran jika tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang ingin merasakan suasana Hari Raya di Singapura.

Sajian Khas yang Selalu Hadir

Perayaan Idul Fitri di Singapura juga tidak lengkap tanpa hidangan khas yang menggugah selera.

Beberapa makanan yang hampir selalu hadir di meja makan saat Hari Raya antara lain ketupat, rendang, serta sayur lodeh lontong.

Selain itu, ada pula berbagai camilan tradisional seperti kueh, yaitu kue berlapis berwarna-warni yang terbuat dari tepung beras, santan, gula palem, dan pandan.

Perpaduan tradisi, kuliner, dan suasana kebersamaan membuat perayaan Idul Fitri di Singapura terasa unik sekaligus menarik untuk disaksikan.

Bagi wisatawan, momen ini juga menjadi kesempatan istimewa untuk melihat sisi lain Singapura yang penuh budaya dan kehangatan komunitas. Informasi paket liburan lebaran di Singapura bisa menghubungi Barokah Tour. (d)

Sumber: tempo

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *