Penang Kini Makin Dekat dari Batam! Cuma Sehari Bisa Keliling Kota Tua hingga Kulineran

Penang Kini Makin Dekat dari Batam! Cuma Sehari Bisa Keliling Kota Tua hingga Kulineran

BATAM – Kabar gembira bagi warga Batam dan Kepulauan Riau yang ingin liburan singkat ke Malaysia. Mulai 18 Oktober 2026, perjalanan menuju Penang akan semakin mudah dengan adanya pilihan penerbangan langsung dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Selama ini, Penang mungkin lebih dikenal sebagai salah satu tujuan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan. Namun, kota di Malaysia ini ternyata punya banyak daya tarik wisata yang sayang untuk dilewatkan.

Baca juga: Berburu Kuliner Batam: Sop Ikan Legendaris hingga Seafood Sambil Lihat Sunset

Bahkan, jika hanya memiliki waktu singkat, traveler tetap bisa menikmati pengalaman liburan yang lengkap. Mulai dari menyusuri kota tua berstatus Warisan Dunia UNESCO, mengunjungi kawasan multikultural, berburu foto di tepi laut, hingga mencicipi aneka kuliner khas Penang.

Salah satu kawasan yang wajib masuk dalam itinerary adalah George Town.

Kota ini menawarkan perpaduan sejarah, budaya, arsitektur, wisata religi, hingga kuliner dalam kawasan yang relatif mudah dijelajahi.

Jadi, setelah penerbangan langsung Batam-Penang dibuka, jangan cuma datang untuk berobat. Penang juga cocok untuk short escape dan liburan singkat!

1. Keliling George Town dengan Walking Tour “Streets of Harmony”

Cara paling seru untuk mengenal George Town adalah dengan berjalan kaki.

Traveler bisa mengikuti walking tour bertema “Streets of Harmony George Town”, sebuah perjalanan yang membawa wisatawan menyusuri kawasan bersejarah dengan jejak kehidupan multikultural Penang.

Baca juga: 11 Wisata Religi Terpopuler di Batam, Dari Masjid Terbesar hingga Vihara Raksasa

Di sepanjang rute ini, terdapat berbagai rumah ibadah dari agama berbeda yang berdiri berdekatan. Kawasan tersebut menjadi gambaran bagaimana George Town berkembang sebagai kota pelabuhan yang sejak dahulu menjadi tempat bertemunya berbagai bangsa, budaya, dan kepercayaan.

Gereja Assumption, Salah Satu Gereja Tertua di Penang

Salah satu tempat yang dapat dikunjungi adalah Gereja Assumption.

Gereja Katolik ini didirikan pada 1787 oleh misionaris asal Prancis, Pastor Arnaud-Antoine Garnault. Bangunan gereja kemudian dipindahkan ke Farquhar Street pada 1860.

Salah satu daya tarik bersejarah di dalamnya adalah organ pipa yang dipasang pada 1916.

Bagi pencinta sejarah dan arsitektur, Gereja Assumption bisa menjadi salah satu pemberhentian menarik saat menjelajahi George Town.

Gereja St. George, Ikon Bersejarah Asia Tenggara

Perjalanan dapat dilanjutkan menuju Gereja Anglikan St. George.

Gereja ini dikenal sebagai salah satu bangunan bersejarah penting di George Town dan menjadi bagian dari jejak peninggalan kolonial di kawasan tersebut.

Arsitekturnya yang khas serta lokasinya di kawasan kota tua menjadikannya menarik untuk disinggahi sekaligus dijadikan objek fotografi.

Kuil Kuan Yin yang Sarat Sejarah

Tak jauh dari sana, traveler bisa mengunjungi Goddess of Mercy Temple atau yang dikenal sebagai Kuil Kuan Yin.

Kuil ini memiliki sejarah panjang dengan komunitas Tionghoa di Penang. Pada masa lalu, tempat tersebut menjadi salah satu pusat spiritual bagi masyarakat, termasuk para pelaut yang memanjatkan doa untuk keselamatan perjalanan mereka.

Hingga kini, kuil tersebut tetap menjadi salah satu simbol penting kehidupan budaya Tionghoa di George Town.

Menyusuri Little India dan Kuil Sri Mahamariamman

Setelah itu, lanjutkan perjalanan menuju Queen Street dan kawasan Little India.

Di sini, traveler bisa menikmati suasana yang berbeda dengan deretan toko, aroma rempah, musik khas India, serta pilihan makanan yang menggugah selera.

Salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah Arulmigu Sri Mahamariamman, salah satu kuil Hindu tertua di Penang.

Arsitektur bangunan yang penuh warna membuat kawasan ini cocok bagi traveler yang gemar fotografi.

Masjid Kapitan Keling, Ikon George Town

Walking tour belum lengkap tanpa mengunjungi Masjid Kapitan Keling.

Masjid ini menjadi salah satu bangunan penting dalam sejarah komunitas Muslim di George Town. Arsitekturnya yang khas menjadikan masjid tersebut sebagai salah satu ikon wisata sejarah dan religi di Penang.

Lokasinya juga strategis untuk dimasukkan dalam rute jalan kaki saat menjelajahi pusat kota.

Masjid Melayu Lebuh Acheh dengan Jejak Sejarah Aceh

Destinasi menarik lainnya adalah Masjid Melayu Lebuh Acheh.

Masjid yang dibangun pada 1808 ini memiliki hubungan sejarah dengan seorang pedagang asal Aceh keturunan Arab.

Ciri khas bangunannya memperlihatkan perpaduan pengaruh budaya Arab dan Aceh, termasuk pada bagian menara dan bentuk arsitekturnya.

Bagi traveler asal Indonesia, khususnya yang tertarik dengan hubungan sejarah Nusantara dan Semenanjung Malaya, tempat ini tentu menarik untuk dikunjungi.

2. Hunting Foto di Esplanade dan Padang Kota Lama

Setelah puas menyusuri kawasan kota tua, lanjutkan perjalanan menuju Esplanade atau Padang Kota Lama.

Kawasan ini cocok untuk berjalan santai sambil menikmati pemandangan laut yang menghadap ke Selat Malaka.

Suasananya berbeda dari gang-gang bersejarah di pusat George Town. Di sini, traveler bisa menikmati perpaduan antara jalur pedestrian, bangunan peninggalan kolonial, lapangan terbuka, dan panorama laut.

Beberapa tempat yang bisa dimasukkan ke dalam rute antara lain:

  • Fort Cornwallis
  • Gedung Balai Kota
  • Sea Wall Heritage Trail
  • Kawasan tepi laut Padang Kota Lama

Waktu yang nyaman untuk datang adalah pagi atau menjelang sore. Selain cuaca yang lebih bersahabat, cahaya matahari pada waktu tersebut juga cocok untuk berburu foto.

Jangan lupa membawa kamera atau memastikan baterai ponsel penuh karena banyak sudut menarik yang bisa diabadikan.

3. Berburu Kuliner, Penutup Wajib Liburan di Penang

Liburan ke Penang tentu belum lengkap tanpa wisata kuliner.

George Town dikenal sebagai salah satu kawasan yang menawarkan perpaduan makanan dari berbagai budaya. Dalam satu kota, traveler bisa menemukan makanan khas Melayu, India, Tionghoa, hingga berbagai hidangan hasil perpaduan budaya yang telah berkembang selama bertahun-tahun.

Salah satu tempat yang bisa dicoba adalah Hameed Pata Mee Sotong di kawasan Esplanade Park.

Menu berbahan mie dan sotong atau cumi bisa menjadi pilihan setelah puas berjalan kaki menjelajahi kawasan kota tua.

Pilihan lainnya adalah Muthu Banana Leaf Restaurant.

Di sini, traveler dapat menikmati pengalaman makan khas India Selatan dengan nasi, kari, dan berbagai lauk yang disajikan di atas daun pisang.

Bukan hanya soal rasa, cara penyajiannya juga menjadi pengalaman kuliner tersendiri.

Itinerary Seharian di George Town Penang

Bagi traveler yang ingin memanfaatkan waktu secara maksimal, berikut gambaran itinerary singkat yang bisa dicoba.

Pagi: Jalan Kaki Menyusuri Streets of Harmony

Mulai perjalanan dengan walking tour di kawasan George Town.

Jelajahi gereja, kuil, masjid, serta Little India untuk menikmati keberagaman budaya dan sejarah kota.

Siang: Saatnya Kulineran

Setelah berjalan kaki cukup jauh, saatnya berburu makanan khas Penang.

Pilih tempat makan di sekitar George Town sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.

Sore: Esplanade dan Padang Kota Lama

Menjelang sore, berjalanlah menuju kawasan Esplanade.

Nikmati suasana tepi laut, berburu foto, dan melihat berbagai bangunan bersejarah di sekitarnya.

Malam: Penang Setelah Matahari Terbenam

Jika masih memiliki waktu, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menikmati suasana malam George Town atau kembali berburu kuliner.

Penang menawarkan banyak pilihan makanan dan suasana kota yang tetap hidup setelah matahari terbenam.

Batam-Penang, Pilihan Baru untuk Short Escape

Dengan semakin mudahnya akses perjalanan langsung dari Batam, Penang berpotensi menjadi salah satu pilihan menarik untuk liburan singkat warga Kepulauan Riau.

Tak perlu mengambil cuti panjang untuk menikmati kota ini. Dalam waktu singkat, traveler sudah bisa mendapatkan pengalaman menjelajahi kota tua, wisata religi, sejarah, budaya, spot foto, hingga kuliner.

George Town membuktikan bahwa Penang bukan hanya soal rumah sakit atau perjalanan medis.

Di balik deretan bangunan bersejarah dan jalan-jalan tua, ada kota yang penuh cerita dan bisa dijelajahi dari pagi hingga malam.

Jadi, setelah rute langsung Batam-Penang mulai tersedia pada 18 Oktober 2026, mungkin sudah saatnya memasukkan Penang ke dalam daftar tujuan weekend getaway.

Siapkan sepatu yang nyaman, kamera, dan perut kosong. Karena dalam satu hari di George Town, traveler bisa jalan-jalan, belajar sejarah, berburu foto, sekaligus kulineran!

Informasi lebih lanjut tentang paket tour Penang, bisa hubungi Barokah Tour & Travel Batam. (dr)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *