Batam, Nagoyapos – Traveler dari Batam menuju Singapura bakal segera disuguhkan pengalaman perjalanan yang berbeda dari biasanya. Bukan kapal feri konvensional, melainkan AirFish, moda transportasi hovercraft berbasis teknologi Wing-in-Ground (WIG) yang digadang-gadang menjadi ikon baru konektivitas Batam–Singapura.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyebut rencana pengoperasian AirFish sejatinya bukan hal baru. Namun kini, pembahasannya sudah mengerucut dan memasuki tahap final.
Baca juga: Batam Ternyata Secantik Ini! Pulau, Pantai, dan Jembatan Ikoniknya Bikin Takjub
“Ini sebenarnya sudah lama dibicarakan. Sekarang mulai mengerucut dan informasinya akan segera beroperasi. Dari sisi pariwisata, ini tentu sangat mendukung,” ujar Ardiwinata, dikutip dari Antara, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, wacana tersebut telah dibahas sejak sekitar 2020 oleh Kementerian Perhubungan, BP Batam, dan Pemerintah Kota Batam, yang kala itu masih menggunakan konsep seaplane.
Baca juga: Tangga Seribu Batam: Spot Nongkrong, Camping, dan Berburu Foto Estetik
Mulai Beroperasi Paruh Kedua 2026
Hovercraft AirFish Voyager dijadwalkan mulai beroperasi pada paruh kedua 2026, melayani rute Singapura–Batam dari Tanah Merah Ferry Terminal.
Layanan ini dijalankan oleh ST Engineering AirX, hasil kolaborasi ST Engineering dengan startup Singapura Peluca, bekerja sama dengan operator feri regional BatamFast.
Dengan kapasitas 8 penumpang dan 2 kru, AirFish menawarkan waktu tempuh sekitar 25 menit, jauh lebih cepat dibandingkan feri konvensional yang memakan waktu sekitar 45 menit.
Perkuat Daya Tarik Pariwisata Batam
Ardiwinata menilai kehadiran AirFish bukan sekadar moda transportasi baru, tetapi juga amenitas pariwisata yang memperkuat aksesibilitas Batam.
“Akses adalah salah satu dari 5A pariwisata, dan ini menjawab kebutuhan itu. Tinggal meninjau aspek perizinan dan ketentuan internasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, dari sisi infrastruktur, pengoperasian AirFish relatif tidak rumit karena dapat memanfaatkan dermaga yang sudah ada.
“Untuk dermaga bisa memakai yang sudah ada, jadi pembangunan tidak sulit,” katanya.
Dengan waktu tempuh yang lebih singkat, Batam diyakini akan semakin kompetitif sebagai destinasi wisata sekaligus pusat bisnis internasional.
BatamFast Jadi Operator Pertama di Dunia
Menariknya, BatamFast akan menjadi operator feri pertama di dunia yang mengoperasikan AirFish Voyager secara komersial. BatamFast akan menyewa dan mengoperasikan wahana WIG berkapasitas hingga 10 penumpang untuk rute Singapura–Batam.
General Manager BatamFast, Chua Choon Leng, menyebut peluncuran AirFish sebagai bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi transportasi maritim.
“Ini menegaskan komitmen BatamFast untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih cepat, efisien, dan berkesan, sekaligus memperkuat posisi kami sebagai operator feri cepat terdepan di Asia,” ujarnya.
Kolaborasi ini juga membuka peluang ekspansi AirFish ke berbagai destinasi Asia Tenggara sebagai solusi mobilitas maritim generasi berikutnya.
Apa Itu AirFish?
AirFish merupakan moda transportasi laut berbasis Wing-in-Ground Effect (WIG) yang melaju di atas permukaan air, menjadi alternatif inovatif antara pesawat dan kapal laut.
Spesifikasi Teknis AirFish:
Kecepatan jelajah: 100 knot
Jangkauan jelajah: 300 nautical miles (±550 km)
Daya angkut: hingga 1.000 kg
Kondisi operasi:
Gelombang laut hingga Sea State 3
Kecepatan angin hingga 15 knot
Konfigurasi Komersial:
Commuter: 8 penumpang
Business: 6 penumpang
VIP: 4 penumpang dengan kabin mewah
Logistik: dua kontainer modular untuk distribusi cepat
Dengan teknologi mutakhir dan waktu tempuh super singkat, AirFish diprediksi menjadi game changer transportasi Batam–Singapura, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai gerbang pariwisata internasional. (d)


Pingback: Libur Imlek 2026 Datang Lebih Panjang, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini