BATAM – Naik kapal laut menjadi pengalaman perjalanan tersendiri, terutama bagi traveler yang bepergian antarpulau. Selain menikmati pemandangan laut, penumpang juga perlu mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan cuaca, gelombang tinggi hingga kondisi darurat selama pelayaran.
Perhatian terhadap keselamatan perjalanan laut kembali meningkat setelah sejumlah insiden hilang kontak terjadi dalam waktu berdekatan.
Baca juga: Puncak Beliung Batam: Hidden Gem di Atas Bukit, Punya Swing Ekstrem hingga Spot Foto Instagramable!
KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa pada Minggu (13/9). Sebelumnya, lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga dikabarkan hilang kontak di perairan Selat Sunda pada Senin (7/9).
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi traveler bahwa persiapan perjalanan laut bukan hanya soal membeli tiket dan membawa barang bawaan.
Mengetahui prosedur keselamatan sejak awal perjalanan dapat membantu penumpang lebih siap apabila menghadapi situasi yang tidak diinginkan.
Baca juga: Jadwal Libur Lebaran 2027: Ada 5 Hari, Catat Tanggalnya untuk Rencanakan Mudik dan Liburan
Lantas, apa saja yang perlu dilakukan traveler saat naik kapal laut?
1. Jangan Panik Saat Kondisi Laut Memburuk
Cuaca buruk dan gelombang tinggi dapat membuat perjalanan kapal terasa menegangkan. Dalam kondisi seperti ini, hal terpenting bagi penumpang adalah tetap tenang.
Perhatikan setiap pengumuman dari nakhoda maupun awak kapal. Jangan mengambil keputusan sendiri apabila belum ada instruksi.
Jika penumpang diminta berpindah tempat, menggunakan alat keselamatan atau melakukan evakuasi, ikuti arahan tersebut secara tertib.
2. Cari Tahu Lokasi Jaket Pelampung
Traveler sebaiknya tidak menunggu sampai terjadi keadaan darurat untuk mencari tahu lokasi jaket pelampung.
Setelah berada di kapal, perhatikan informasi keselamatan dan cari tahu lokasi perlengkapan keselamatan terdekat.
Selain jaket pelampung, kapal dapat memiliki sarana penyelamatan lain seperti life raft atau rakit penolong.
Mengetahui lokasi perlengkapan tersebut sejak awal dapat membuat penumpang lebih siap ketika situasi berubah secara tiba-tiba.
3. Gunakan Jaket Pelampung dengan Benar
Jika awak kapal meminta seluruh penumpang menggunakan jaket pelampung, segera kenakan sesuai petunjuk.
Pastikan jaket terpasang dengan benar dan cukup kencang sehingga tidak mudah terlepas.
Jangan melepas jaket pelampung hanya karena merasa keadaan sudah membaik. Tunggu instruksi lebih lanjut dari awak kapal atau petugas yang menangani keadaan darurat.
4. Jangan Berebut Saat Evakuasi
Dalam keadaan darurat, kepanikan bisa membuat penumpang bergerak secara bersamaan menuju satu lokasi.
Hal tersebut justru dapat menghambat proses evakuasi.
Traveler sebaiknya mengikuti jalur evakuasi yang tersedia dan mematuhi arahan awak kapal. Bergerak secara tertib akan membantu proses penyelamatan berjalan lebih terorganisasi.
5. Kenali Jalur Evakuasi Sebelum Kapal Berangkat
Salah satu kebiasaan sederhana yang sebaiknya dilakukan setiap kali naik kapal adalah memperhatikan jalur evakuasi.
Jangan langsung duduk atau beristirahat setelah masuk kapal. Luangkan waktu untuk memperhatikan informasi keselamatan yang diberikan awak kapal.
Kenali lokasi pintu keluar, tangga, perlengkapan keselamatan serta area yang ditunjukkan sebagai titik berkumpul jika tersedia.
Tips ini juga penting bagi traveler yang membawa anak-anak atau bepergian bersama keluarga.
6. Jika Berada di Laut, Tetap Bersama Kelompok
Jika kondisi darurat mengharuskan penumpang berada di laut, hindari berenang atau bergerak menjauh sendirian.
Tetap bersama kelompok apabila situasi memungkinkan. Posisi kelompok akan lebih mudah dikenali dibandingkan seseorang yang berada sendirian.
Perangkat komunikasi atau alat penanda keadaan darurat juga dapat digunakan untuk membantu proses pencarian.
Namun, gunakan baterai perangkat secara bijak agar tetap tersedia ketika benar-benar dibutuhkan.
7. Jangan Kembali ke Kapal Tanpa Instruksi
Kapal yang masih terlihat mengapung belum tentu berada dalam kondisi aman.
Kerusakan, kebocoran, perubahan keseimbangan kapal atau kondisi laut dapat menimbulkan risiko tambahan.
Karena itu, penumpang yang telah meninggalkan kapal sebaiknya tidak kembali naik sebelum mendapatkan instruksi dari awak kapal atau petugas penyelamat.
Checklist Traveler Sebelum Naik Kapal Laut
Agar perjalanan lebih aman, traveler dapat memasukkan beberapa hal berikut ke dalam checklist sebelum berangkat:
* Pastikan tiket dan identitas perjalanan sudah siap.
* Perhatikan informasi keselamatan dari awak kapal.
* Ketahui lokasi jaket pelampung.
* Kenali jalur dan pintu evakuasi.
* Simpan ponsel dalam kondisi baterai cukup.
* Bawa power bank jika diperbolehkan sesuai ketentuan operator.
* Jangan abaikan pengumuman dari awak kapal.
* Pantau informasi cuaca dan kondisi pelayaran sebelum berangkat.
* Jika terjadi keadaan darurat, tetap tenang dan ikuti instruksi petugas.
Jangan Anggap Remeh Keselamatan Saat Traveling dengan Kapal
Perjalanan laut bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, tetapi kondisi di tengah laut dapat berubah dengan cepat.
Karena itu, traveler tidak cukup hanya mengetahui jadwal keberangkatan, harga tiket dan tujuan perjalanan. Informasi keselamatan juga harus menjadi bagian dari persiapan traveling.
Dengan mengetahui lokasi perlengkapan keselamatan, memahami jalur evakuasi dan mengikuti arahan awak kapal, penumpang dapat menghadapi situasi darurat dengan lebih terarah.
Ingat, keselamatan perjalanan dimulai sebelum kapal meninggalkan pelabuhan. (dr)

