BATAM – Jika dulu wisatawan datang ke Batam hanya untuk berburu parfum murah, tas bermerek, atau sekadar transit sebelum menyeberang ke Singapura, kini wajah kota industri ini perlahan berubah drastis. Di balik hiruk-pikuk pelabuhan feri dan deru mesin pabrik, Batam tengah menggeliat menjadi destinasi baru bagi para pencari ketenangan, kebugaran, dan kesehatan fisik.
Fenomena ini terlihat jelas di kawasan pusat kota seperti Batam Centre dan Nagoya. Bukan hanya pusat perbelanjaan yang ramai, kini pusat kebugaran, studio yoga, hingga layanan wellness spa justru menjadi primadona baru. Batam seolah menemukan identitas barunya: kota industri yang ramah untuk healing.
Baca juga: Mau Glamping di Bintan? Ini 4 Spot Paling Hits buat Nikmati Sunrise, Sunset, dan Laut Biru Kepri
“Healing” Lewat Keringat dan Relaksasi
Pergeseran gaya hidup ini tidak hanya didorong oleh wisatawan mancanegara, tetapi juga meningkatnya kesadaran warga lokal pasca-pandemi. Dataran Engku Putri menjadi saksi nyata perubahan tersebut. Sejak matahari belum terbit sempurna, kawasan ini nyaris tak pernah sepi.
Ratusan warga memadati area tersebut untuk jogging, senam zumba, yoga ringan, hingga sekadar berjalan santai sambil menghirup udara pagi.
“Dulu ke sini cuma kalau ada konser atau bazar. Sekarang hampir tiap akhir pekan wajib lari pagi. Udaranya segar, dan melihat banyak orang olahraga bikin semangat,” ujar Rina, karyawan swasta yang rutin berolahraga di Engku Putri.
Tak hanya aktivitas fisik, tren wellness tourism atau wisata kebugaran juga kian mencuri perhatian. Batam yang sejak lama dikenal dengan ratusan gerai spa, kini menawarkan pengalaman yang lebih holistik. Mulai dari terapi aroma, hot stone, hingga perawatan tradisional berbasis rempah Indonesia yang diklaim mampu meredakan stres dan burnout akibat tekanan kerja.
Baca juga: Bosan ke Singapura? Coba Liburan Keluarga ke Johor Bahru, Lebih Murah & Lengkap!
Kuliner Sehat Mulai Menjamur
Perubahan gaya hidup ini turut merembet ke piring makan. Jika sebelumnya kuliner Batam identik dengan seafood dan makanan cepat saji, kini kedai yang menawarkan salad wrap, smoothie bowls, cold-pressed juice, hingga katering diet sehat mulai bermunculan di berbagai sudut kota.
Para pelaku usaha kuliner pun cepat membaca pasar. Label “sehat” kini bukan sekadar kebutuhan medis, melainkan telah menjelma menjadi gaya hidup yang modern dan trendy, terutama bagi generasi muda dan pekerja urban.
Batam, Kota Industri yang Ingin Lebih Bernapas
Didukung infrastruktur yang terus dibenahi, mulai dari trotoar yang makin lebar dan ramah pejalan kaki di kawasan Nagoya hingga jalur sepeda yang mulai tertata, Batam seolah ingin membuktikan satu hal: di tengah kesibukannya sebagai kota industri dan pintu gerbang internasional, ia tetap menyisakan ruang bagi warganya untuk bergerak, bernapas, dan hidup lebih sehat.
Bagi Batam, kesehatan kini menjadi “barang mewah” baru. Namun menariknya, kemewahan itu tak lagi eksklusif, ia bisa dinikmati oleh siapa saja. (d)
Sumber: rri


Pingback: Libur Akhir Pekan di Batam? Ini 6 Pantai Favorit Wisatawan, View Singapura Bikin Takjub!