Pulau Penawar Rindu di Batam: Kopi Ameng Legendaris, Kuliner Melayu & Wisata Becak Jadi Buruan Pelancong

Pulau Penawar Rindu di Batam: Kopi Ameng Legendaris, Kuliner Melayu & Wisata Becak Jadi Buruan Pelancong

Batam — Rindu yang tak kunjung reda rupanya bisa dituntaskan di sebuah pulau kecil bernama Belakang Padang, Kepulauan Riau. Pulau yang dijuluki sebagai pulau penawar rindu ini menyimpan pesona wisata yang memikat—dari kuliner legendaris hingga pengalaman keliling kampung dengan becak yang penuh nostalgia.

Jauh sebelum Batam berkembang sebagai kota industri, Belakang Padang telah lebih dulu menjadi pusat pemerintahan Kecamatan.

Baca juga: Batam Tambah Pelabuhan Ferry ke Singapura, Gold Coast Ferry Terminal Resmi Beroperasi

Kini, pulau yang kaya budaya tersebut menjelma menjadi destinasi wisata favorit bagi pencinta ketenangan, kuliner, hingga wisata budaya.

Kopi Ameng — Ikon Kuliner Sejak 1980-an

Pulau Penawar Rindu di Batam: Kopi Ameng Legendaris, Kuliner Melayu & Wisata Becak Jadi Buruan Pelancong
Pada saat week end, Sabtu-Minggu, Kopi Ameng selalu penuh oleh wisatawan (foto denni risman)

Bicara tentang Belakang Padang, belum lengkap tanpa mencicipi sarapan di Kopi Ameng. Sebuah kedai kopi legendaris yang sejak era 1980-an tidak pernah sepi pengunjung, bahkan di hari biasa.

Menu wajibnya antara lain:

Kopi hitam dan kopi tarik
Teh tarik
Prata
Mi lendir khas Melayu

Meski kini Kopi Ameng sudah membuka cabang di Batam, pengunjung tetap menganggap rasa asli paling autentik hanya bisa ditemukan di Belakang Padang.

“Pesona tempat original tetap tidak dapat ditawar. Pangkal cita rasa memang ada di sini,” ujar salah satu pengunjung.

Baca juga: Jangan Pulang Cepat! 10 Wisata Malam Singapura yang Wajib Masuk Itinerary, Nomor 7 Bikin Melongo!

Keliling Pulau dengan Becak — Pengalaman Wisata yang Bikin Nagih

Pulau Penawar Rindu di Batam: Kopi Ameng Legendaris, Kuliner Melayu & Wisata Becak Jadi Buruan Pelancong
Keliling kampung Belakang Padang dengan becak kayuh (foto denni risman)

Usai sarapan, wisatawan bisa menelusuri setiap sudut kampung di Belakang Padang menggunakan becak—yang kini menjadi salah satu daya tarik utama pulau.

Sesampainya di pelabuhan, puluhan becak berwarna-warni langsung menyambut pengunjung dengan ramah. Tarif perjalanan keliling kampung pun sangat terjangkau.

“Ini pengalaman yang berbeda. Naik becak seru sekali dan harganya juga murah,” ujar Riska, wisatawan asal Batam.

“Untuk keliling kampung Belakang Padang, tarifnya Rp 60.000 per perjalanan,” jelas Pak Ahmad, salah satu tukang becak.

Menggunakan becak bukan sekadar moda transportasi, tetapi juga sarana berinteraksi langsung dengan penduduk lokal.

Para tukang kayuh sering berperan sebagai pemandu wisata informal yang membagikan cerita sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Perjalanan dengan becak membawa wisatawan melewati lokasi-lokasi tersembunyi, spot foto menarik, hingga area kampung klasik yang masih sangat otentik.

Cara Menyeberang ke Belakang Padang

Untuk mencapai pulau ini sangat mudah. Wisatawan bisa menyeberang melalui:

Pelabuhan Pengumpan Sekupang – Belakang Padang
Tarif kapal kayu: Rp 20.000 per orang
Life jacket disediakan oleh KSOP Batam untuk keamanan penumpang

Kombinasi wisata kuliner legendaris ala Kopi Ameng dan petualangan keliling kampung naik becak menjadikan Belakang Padang sebagai destinasi wajib bagi wisatawan yang ingin merasakan liburan yang tenang, unik, dan penuh makna.

Belakang Padang bukan sekadar tempat berlibur — ia adalah pulau untuk melepas rindu, bernostalgia, dan jatuh cinta pada budaya Melayu yang hangat. (dennir)

1 komentar untuk “Pulau Penawar Rindu di Batam: Kopi Ameng Legendaris, Kuliner Melayu & Wisata Becak Jadi Buruan Pelancong”

  1. Pingback: Liburan ke Batam? Jangan Pulang Sebelum Mampir ke 5 Cafe Baru yang Lagi Viral

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *