BINTAN – Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menyiapkan rangkaian agenda wisata menarik hingga akhir 2026 yang memadukan olahraga internasional, budaya Melayu, wisata alam, hingga kuliner khas daerah.
Melalui berbagai event tersebut, wisatawan tidak hanya diajak menikmati kawasan resor mewah di Lagoi, tetapi juga mengenal lebih dekat bentang alam, tradisi, dan kehidupan masyarakat lokal di Pulau Bintan.
Pemerintah Kabupaten Bintan menilai agenda wisata sepanjang tahun menjadi strategi efektif untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus memperluas tujuan kunjungan ke berbagai wilayah di pulau tersebut.
“Melalui berbagai event wisata yang akan digelar mulai pertengahan hingga akhir tahun ini, kami optimistis mampu mencapai target 500 ribu wisatawan mancanegara pada 2026,” ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Sathrida Novikar, Senin (1/6/2026).
Balap Sepeda Internasional hingga E-Sport
Rangkaian agenda wisata dimulai pada Juni 2026 melalui OCBC Singapore National Road Championship 2026 yang digelar di kawasan Bintan Buyu.
Ajang balap sepeda internasional ini menghadirkan atmosfer sport tourism yang selama ini menjadi salah satu daya tarik utama wisata Bintan.
Tak hanya menyaksikan kompetisi, wisatawan juga dapat menikmati panorama pedesaan, jalur hijau, serta suasana tropis khas Pulau Bintan sepanjang lintasan balapan.
Masih pada akhir Juni, Bintan juga menghadirkan Bintan E-Sport yang menyasar komunitas gim dan generasi muda.
Baca juga: Bingung Cari Tempat Nongkrong di Batam? Ini 5 Spot Baru Paling Hits Buat Kulineran dan Santai
Trekking Gunung Bintan dan Kenduri Durian

Memasuki Juli, wisatawan akan diajak melihat sisi lain Pulau Bintan melalui agenda Bintan Trekking.
Kegiatan ini menawarkan pengalaman menjelajahi kawasan Gunung Bintan yang dikenal sebagai salah satu titik tertinggi di pulau tersebut.
Wisatawan dapat menikmati jalur trekking hutan tropis, sumber mata air alami, hingga panorama alam yang masih asri dan terjaga.
Pada bulan yang sama, Kenduri Festival Durian digelar sebagai perpaduan wisata kuliner dan budaya Melayu.
Pengunjung dapat mencicipi berbagai jenis durian lokal sambil mengenal tradisi kenduri yang telah lama hidup di tengah masyarakat Bintan.
Festival ini juga menghadirkan agenda kunjungan ke lokasi yang diyakini sebagian masyarakat sebagai makam Hang Tuah di kawasan Gunung Bintan.
“Kami juga akan mengundang negara tetangga Malaysia untuk berpartisipasi dalam acara kunjungan makam Hang Tuah,” ujar Sathrida.
Parade Malam hingga Tour de Bintan
Memasuki Agustus, perhatian wisatawan akan tertuju ke kawasan Lagoi melalui penyelenggaraan Bintan Resort Night Parade.
Parade malam ini melibatkan pelaku industri pariwisata dan perhotelan dengan menampilkan berbagai atraksi hiburan serta kreativitas wisata modern.
Masih di bulan yang sama, event internasional Tour de Bintan kembali digelar.
Ajang balap sepeda ini telah lama dikenal sebagai salah satu event sport tourism terbesar di Kepulauan Riau yang mampu menarik peserta dari berbagai negara.
Selain menjadi kompetisi olahraga, Tour de Bintan juga menjadi sarana promosi wisata Pulau Bintan ke pasar internasional.
Triathlon, Marathon hingga Festival Budaya
Agenda wisata olahraga berlanjut pada Oktober melalui Bintan Triathlon yang digelar di kawasan pesisir Lagoi.
Peserta akan mengikuti lomba renang, bersepeda, dan lari dengan latar pantai tropis serta fasilitas resor yang menjadi ikon wisata Bintan.
Bagi banyak wisatawan, pengalaman mengikuti triathlon di tepi pantai menjadi daya tarik tersendiri selama berlibur di Pulau Bintan.
Menjelang akhir tahun, Bintan kembali menghadirkan event untuk segmen wisata berbeda.
Pada November akan digelar Mandiri Bintan Marathon, sedangkan Desember ditutup melalui Bintan Culture Festival yang menampilkan kekayaan seni dan budaya Melayu.
Wisatawan dapat menikmati pertunjukan seni tradisional, kuliner khas daerah, hingga berbagai atraksi budaya yang menjadi identitas masyarakat Bintan.
Wisata Bintan Fokus pada Keberlanjutan
Menurut Sathrida, berbagai agenda wisata sepanjang tahun terbukti membantu menjaga tren kunjungan wisatawan ke Bintan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau hingga Maret 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bintan telah mencapai lebih dari 60 ribu orang.
“Dari pengalaman kami sejak awal 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bintan terus meningkat seiring banyaknya agenda wisata yang digelar bersama seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Namun, Pemerintah Kabupaten Bintan menegaskan pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan.
Pelaku usaha wisata juga diwajibkan menerapkan standar kebersihan, kesehatan, keamanan, serta pelestarian lingkungan melalui program sertifikasi dari Kementerian Pariwisata.
“Kami mewajibkan seluruh pelaku wisata menerapkan program sertifikasi bersih, sehat, aman, dan melestarikan lingkungan,” ujar Sathrida.
Rangkaian agenda wisata sepanjang tahun tersebut menunjukkan bahwa Pulau Bintan tidak hanya menawarkan pantai dan resor mewah, tetapi juga pengalaman wisata yang lengkap mulai dari olahraga internasional, petualangan alam, wisata kuliner, hingga budaya Melayu yang masih hidup dan terjaga.
Informasi paket tour Bintan atau sewa bus pariwisata bisa hubungi Barokah Tour. (d)

