BATAM – Cara orang merencanakan liburan ternyata berubah drastis pada 2026. Jika dulu wisatawan mengandalkan brosur agen perjalanan atau rekomendasi teman, kini media sosial dan kecerdasan buatan (AI) menjadi “senjata utama” menentukan destinasi impian.
Mulai dari mencari tempat viral di TikTok, menyusun itinerary otomatis, hingga menghitung anggaran perjalanan, semua kini bisa dilakukan dalam hitungan menit.
Hasilnya? Liburan menjadi jauh lebih personal, praktis, dan penuh pengalaman berkesan.
TikTok hingga Instagram Jadi Penentu Destinasi Liburan
Menurut survei Travel Pulse Klook 2026, sebanyak 96,6 persen wisatawan Indonesia memilih destinasi wisata berdasarkan konten di media sosial.
Platform seperti TikTok, Instagram, hingga YouTube kini dianggap lebih meyakinkan dibanding promosi wisata konvensional. Traveler lebih percaya pengalaman nyata yang dibagikan kreator konten atau sesama wisatawan.
Satu video pendek bahkan bisa langsung membuat sebuah destinasi masuk bucket list liburan.
Baca juga: Jadwal Ferry Batam-Singapura Terbaru Juni 2026, Lengkap Semua Pelabuhan dan Harga Tiket Terbaru
Associate Manager Social Media & Content Klook Indonesia, Syela Syaula, menyebut satu unggahan konten memiliki dampak besar terhadap keputusan wisatawan.
“Satu video TikTok saja bisa membuat destinasi masuk ke bucket list, dan satu cerita yang relatable bisa membuat orang ingin langsung mencoba perjalanan bersama,” ujarnya di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Fenomena ini juga dirasakan kreator konten perjalanan Catherine Viorenza. Ia mengaku unggahan sederhana di Instagram Story bisa langsung memicu minat pengikutnya.
“Baru upload Instagram Story saja sudah banyak yang minta open trip ke Shanghai, terutama mau ke Disneyland,” ungkapnya.
AI Jadi Travel Planner Baru Wisatawan
Tak hanya media sosial, AI atau kecerdasan buatan kini juga mengambil peran besar dalam dunia traveling.
Survei menunjukkan 98 persen wisatawan Indonesia sudah memanfaatkan AI untuk membantu merencanakan perjalanan.
Mulai dari mencari rekomendasi tempat wisata, membuat itinerary harian, memilih transportasi termurah, hingga menghitung budget perjalanan kini dapat dilakukan secara otomatis.
Tren ini dikenal sebagai Social Influence Based AI, yakni ketika traveler menemukan tempat viral di media sosial lalu menggunakan AI untuk menyusun seluruh rencana liburan sesuai kebutuhan pribadi.
Cara ini dinilai lebih cepat, efisien, sekaligus meminimalkan kesalahan informasi dibanding mencari referensi secara manual.
Traveler 2026 Tak Lagi Kejar Suvenir, Tapi Pengalaman
Meski kondisi ekonomi global masih penuh tantangan, minat masyarakat untuk bepergian ternyata tetap tinggi.
Sebanyak 73 persen responden survei mengaku berencana melakukan perjalanan domestik hingga empat kali dalam setahun.
Menariknya, prioritas pengeluaran traveler kini juga berubah. Sebanyak 87 persen wisatawan lebih memilih menghabiskan uang untuk pengalaman unik dibanding membeli barang atau suvenir mahal.
Mulai dari ikut tur budaya lokal, mencoba kuliner autentik, hingga aktivitas ekstrem kini menjadi pilihan favorit.
“Semakin lokal, mereka semakin happy,” kata Senior Manager Marketing Klook Indonesia, Christy Olivia.
Contohnya terlihat pada wisata ke China. Traveler kini tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tetapi juga mencari pengalaman berbeda.
Mulai dari naik chairlift lalu turun dengan toboggan di Tembok China, hingga menikmati makan malam ala kerajaan China lengkap dengan kostum tradisional, tata rias, pertunjukan budaya, dan spot foto estetik.
Era Baru Traveling Sudah Dimulai
Tren traveling 2026 menunjukkan satu hal: wisatawan kini ingin perjalanan yang lebih personal, praktis, dan penuh cerita.
Bukan sekadar pergi ke tempat terkenal, tetapi menciptakan pengalaman unik yang bisa dikenang sekaligus dibagikan di media sosial.
Jadi, kalau masih merencanakan liburan dengan cara lama, mungkin sekarang saatnya membiarkan TikTok dan AI membantu menemukan destinasi impianmu berikutnya.(d)
Sumber: tempo

