Mengungkap Misteri “Patung Seribu” di Tanjung Pinang: Bukan Seribu, Tapi Kenapa Disebut Begitu?

Mengungkap Misteri “Patung Seribu” di Tanjung Pinang: Bukan Seribu, Tapi Kenapa Disebut Begitu?

TANJUNGPINANG – Vihara Ksitigarbha Bodhisattva atau yang lebih populer dengan sebutan Vihara Patung Seribu di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, menjadi salah satu destinasi wisata religi paling favorit dan terkenal di Indonesia.

Ikon wisata ini tak hanya memukau mata, tapi juga menyimpan nilai budaya dan spiritual yang sangat kuat bagi masyarakat Tionghoa serta wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Meski disebut “Patung Seribu”, jumlah patung yang ada sekitar 580, namun nama tersebut dipilih untuk merepresentasikan keberagaman ajaran Buddha yang penuh makna.

Baca juga: Mirip Dubai! Gurun Pasir Busung di Bintan Jadi Viral, Banyak Wisatawan Tak Percaya Ini Ada di Indonesia!

Pembangunan vihara dimulai pada tahun 2003 dan rampung pada 2014, kemudian resmi dibuka untuk umum pada Februari 2017. Sejak itu, jumlah wisatawan terus meningkat setiap tahunnya.

Arsitektur Megah Bak Tembok China

Mengungkap Misteri “Patung Seribu” di Tanjung Pinang: Bukan Seribu, Tapi Kenapa Disebut Begitu?
Wajib bagi wisatawan yang liburan ke Bintan untuk mampir ke Vihara Patung Seribu (ist)

Saat baru memasuki kawasan vihara, wisatawan langsung disambut patung Buddha raksasa setinggi sekitar 5 meter dan bangunan megah yang menyerupai Tembok China. Suasana sakral langsung terasa sejak langkah pertama masuk.

Untuk menuju area utama, pengunjung berjalan menyusuri jalur yang dipenuhi relief perjalanan hidup Buddha. Di bagian belakang benteng inilah terdapat ratusan patung Arahat atau Lohan berbaris rapi layaknya penonton di sebuah stadion mini.

Setiap patung memiliki wajah, ekspresi, hingga gestur berbeda, sehingga tak satu pun yang tampak serupa. Mitosnya, patung-patung ini melambangkan seluruh ekspresi Buddha ketika hidup sebagai manusia.

Patung tersebut dibuat dari batu granit muda dan diukir oleh seniman perempuan di Tiongkok, kemudian dikirim ke Tanjungpinang. Setiap patung juga merupakan donasi masyarakat yang namanya diukir pada bagian fondasi patung.

Baca juga: Liburan Anti Gagal! Ini 5 Destinasi Instagramable di Sumbar yang Wajib Dikunjungi

Kaya Makna, Indah untuk Difoto

Tak hanya menjadi tempat beribadah umat Buddha, Vihara Patung Seribu juga terkenal instagramable. Terowongan bawah benteng serta panorama Bukit Lengkuas menjadi spot foto favorit wisatawan.

Ilham, wisatawan asal Batam, mengaku sangat terpesona saat mengunjungi vihara tersebut.

“Saya baru pertama kali ke sini, dan ternyata benar-benar indah. Patung-patung dan ukirannya detail dan luar biasa,” ujarnya.

Jam Operasional & Tiket Masuk

Lokasi: Jl. Asia-Afrika KM 14, Arah Kijang, Tanjungpinang

Jam buka:
Selasa – Minggu: 07.30 WIB – 17.00 WIB

Tiket masuk:

Rp5.000 wisatawan lokal
Rp30.000 wisatawan mancanegara

Untuk pengalaman terbaik, wisatawan disarankan datang saat perayaan Imlek karena suasana peribadatan semakin terasa dan terdapat beragam kegiatan budaya yang bisa disaksikan.

Jika Anda berkunjung ke Tanjungpinang atau Kepulauan Riau, Vihara Patung Seribu wajib masuk daftar destinasi yang harus dikunjungi. Selain indah dan memesona, destinasi ini menawarkan kedamaian hati, edukasi sejarah, hingga momen spiritual yang mendalam.

Jika anda berminat ikut paket liburan ke Tanjungpinang dan Bintan, anda bisa hubungi Barokah Tour. (d)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *