Batam, Surga Barang Bekas Impor: Daya Tarik Harga Murah dan Kualitas Tinggi

Batam, Surga Barang Bekas Impor: Daya Tarik Harga Murah dan Kualitas Tinggi

BATAM — Kota Batam, sebagai salah satu wilayah terluar Indonesia, telah menjadi gerbang utama bagi barang-barang impor dari luar negeri. Tidak hanya barang baru, tetapi juga barang bekas yang terus diminati oleh masyarakat, terutama kalangan muda.

Pasar barang bekas di Batam, seperti Pasar Second Jodoh, Taman Raya Square (Taras) dan Pasar Aviari Batu Aji, kini semakin ramai dengan pembeli muda.

Reza, pengelola pasar, mengungkapkan, “Dulu kan kebanyakan ibu-ibu yang belanja, semakin ke sini banyak anak muda yang berbelanja di sini. Mereka lebih betah berlama-lama untuk mencari barang yang lebih bagus.”

Baca juga: Tips Aman Menyewa Bus Pariwisata di Batam: Pilih yang Terpercaya untuk Keamanan Perjalanan Anda

Ica, salah satu pembeli berusia 21 tahun, mengatakan bahwa berbelanja barang bekas adalah hobi yang menyenangkan.

“Belanja thrifting bisa menghabiskan waktu 1-2 jam. Saya senang mencari dan memilih baju dari tumpukan barang,” ungkapnya.

Harga barang di pasar bekas ini mulai dari Rp10 ribu, menarik perhatian banyak pembeli.

Kota Batam juga memiliki pasar kaget di kawasan Bengkong, yang ramai dipadati pengunjung setiap sore. Di sini, para pedagang menawarkan berbagai barang bekas impor, mulai dari pakaian hingga mainan anak-anak, dengan harga yang sangat terjangkau.

Batam, Surga Barang Bekas Impor: Daya Tarik Harga Murah dan Kualitas Tinggi
Salah seorang pembeli sedang memilih barang di Pasar Seken (ist)

Baca juga: Pantai Mirota: Surga Tersembunyi dengan Air Laut Jernih di Pulau Galang, Batam

Rinaldi, seorang pedagang, menjelaskan bahwa harga pakaian dan sepatu bekas impor berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung kondisi barang.

Barang-barang bekas impor ini didatangkan dari luar negeri oleh importir yang menggunakan kontainer, dan sering kali diturunkan di pelabuhan-pelabuhan tikus.

Rinaldi menyatakan bahwa ia dapat membeli barang-barang tersebut seharga Rp 2 juta per karung dari importir. “Setiap minggu bisa dua kali membeli,” katanya.

Baca juga: Pulau Galang, Permata Tersembunyi Batam Tidak Hanya Soal Sejarah Pengungsi Vietnam

Deri, seorang pengunjung dari Pekanbaru, mengaku datang ke pasar untuk membeli barang-barang bekas dengan merek ternama dan harga miring.

“Barang-barang ini akan saya jual lagi di Pekanbaru,” ujarnya.

Dengan daya tarik barang bekas impor yang berkualitas dan harga terjangkau, Kota Batam tetap menjadi surga bagi pencinta thrifting di Indonesia.

Menariknya, keberadaan pasar seken atau barang bekas di Batam juga diminati para wisatawan yang datang. Mereka selalu menyempatkan diri untuk ikut berburu barang bekas ini di Pasar Jodoh atau pasar kaget. Hal itu dialami oleh tamu-tamu atau klien Barokah Tour dan Barokah Rental Batam. (dr)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *